Ramal pertumbuhan ekonomi hanya 5,1%, BI: Kondisi global berat sekali!

Selasa, 3 Desember 2019 | 08:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2019 hanya di kisaran 5,1%. Alasannya, kondisi ekonomi global yang cukup berat sehingga berpengaruh pada ekonomi nasional.

"Dengan kita melihat kondisi global berat sekali ya. Jadi memang 2019 tahun yang cukup berat buat kita, Indonesia. Di satu sisi global memang lagi tidak kondusif," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti di Gedung BI Jakarta Pusat, Senin (2/11/2019).

Menurutnya, India juga terkena dampak lesunya ekonomi global. India yang biasa ekonominya tumbuh 7-8%, kini hanya 5%.

Selain itu, ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh pemilu. Hal itu membuat investor cenderung menunda untuk menanamkan modalnya.

"Kemarin juga ada pemilu yang akhirnya investor banyak menunda. Tapi mestinya saat ini, pertama kan sudah terbukti pemilu berjalan lancar. Kemudian kita liat bahwa ekonomi kita, domestik ekonomi sebenarnya masih tumbuh," jelasnya.

Destry bilang, Indonesia juga masih tertolong dari sisi ekspor karena penerapan biodiesel 20% atau biasa disebut B20. Kebijakan itu menurunkan impor minyak dalam negeri.

"Jadi kalau kita liat impor oil and gas itu turunnya signifikan jadi udah impact-nya. Sudah agak mengurangi defisit di neraca perdagangan kita yang akhirnya mempengaruhi neraca transaksi berjalan," paparnya.

Atas kondisi itu, ia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% tahun ini. "Jadi kita melihat angka 5,1% itu angka yang durable untuk tahun ini," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: