Mulai 1 Januari 2020, perusahaan tambang wajib pakai aplikasi online

Selasa, 3 Desember 2019 | 08:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mewajibkan pelaku usaha mineral dan batubara (minerba) untuk menerapkan aplikasi online tata kelola pertambangan, mulai 1 Januari 2020. Jika melanggar, mereka terancam tidak bisa melakukan kegiatan operasinya.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot mengatakan, instansinya telah menerapkan sejumlah aplikasi online untuk membenahi tata kelola bisnis pertambangan minerba, yaitu Minerba One Map Indonesia (MOMI) yang berkembang menjadi Minerba Online Monitoring System (MOMS) untuk meningkatkan pengawasan prosedur pertambangan minerba.

Minerba One Data Indonesia (MODI) serta e-PNBP untuk memastikan pembayaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) berjalan dengan baik. Kemudian aplikasi yang baru diluncurkan Modul Verifikasi Penjualan (MPV) Mineral?, merupakan aplikasi pengembangan MOMS untuk memverifikasi kegiatan penjualan dengan rencana produksi dan pemasaran yang telah disetujui dalam Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB)?.

"Kita punya program E-PNBP, ini penting masuk ke MOMS dan MODI, itu cikal bakal masuk sistem Monitoring Verifikasi Penjualan. Pengawasan produksi secara online realtime," kata Bambang, saat peluncuran tiga aplikasi sektor pertambangan minerba, di kawasan Karawaci Tangerang, Banten, Senin (2/12/2019).

Menurut Bambang, sistem aplikasi tersebut saling terhubung, setiap perusahaan pertambangan harus mengikuti ketentuan dalam aplikasi tersebut paling lambat per 1 Januari 2020.

"Harus masuk sistem bayar E-PNBP, masuk MODI masuk MOMI MOMS, kalau enggak ikut semuanya bisa karena nanti surveyor keluarin Laporan Hasil Verifiksi berdasarkan data-data itu semua," jelasnya.

Bambang melanjutkan, jika perusahaan pertambangan minerba tidak memenuhi ketentuan dalam aplikasi ini, maka perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan operasi pertambangan.

"1 Januari enggak bisa jual operasional, kalau enggak bisa ekspor kan enggak bisa produksi, kalau di situ (aplikasi) enggak ada rekomendasi sistem enggak bisa," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: