Tokopedia sumbang Rp9 triliun ke GDP Jawa Timur

Selasa, 3 Desember 2019 | 21:57 WIB ET
Dari kiri; External Communications Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya, Erick Budiman Soetanto pemilik Rattancious, dan Senior Lead Regional Growth Expansion Tokopedia Benny Harimansyah.
Dari kiri; External Communications Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya, Erick Budiman Soetanto pemilik Rattancious, dan Senior Lead Regional Growth Expansion Tokopedia Benny Harimansyah.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, berkomitmen untuk terus mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Sejak didirikan 10 tahun lalu, kontribusi Tokopedia terhadap pemerataan ekonomi digital diklaim telah dirasakan langsung oleh masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Riset yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2018-2019 mencatat, bahwa Tokopedia telah memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.

Selama 2018 lalu, GMV (Gross Merchandise Value) Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia. 

Khusus untuk Jawa Timur, riset tersebut juga mencatat bahwa pada 2018 Tokopedia telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) Jawa Timur sebesar Rp9.068.280.000.000 dan diprediksi meningkat pada 2019 menjadi Rp25.190.062.000.000. Selain itu, Tokopedia turut berkontribusi terhadap total pendapatan rumah tangga Jawa Timur pada 2018 sebesar Rp3.458.673.000.000 dan di 2019 diprediksi meningkat menjadi Rp9.605.023.000.000.

External Communications Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, menyatakan, Tokopedia berkomitmen menggerakkan perekonomian dalam negeri. Indonesia masih menjadi fokus utama Tokopedia.

"Kami selalu berusaha relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai inisiatif di tingkat lokal demi mempermudah seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Surabaya, Jawa Timur, baik dalam menciptakan peluang maupun mencapai lebih. Di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, Tokopedia menghadirkan beberapa inisiatif lokal seperti Tokopedia Center, Mitra Tokopedia, dan Tokopedia Corner," jelasnya pada temu media di Surabaya, Selasa (3/12/2019).

Sejak diluncurkan pada September 2018, Tokopedia Center telah hadir di 23 daerah di Indonesia. Tokopedia Center merupakan experience center yang menghadirkan pengalaman berbelanja secara O2O sekaligus berperan sebagai pusat edukasi digital yang membantu para pegiat UMKM mengembangkan usaha mereka bersama Tokopedia.

“Diharapkan Tokopedia Center dapat membantu masyarakat, untuk meningkatkan daya saing bisnis di pasar nasional, mengingat para pegiat UMKM merupakan penyumbang lebih dari 60 persen terhadap perekonomian Indonesia,” ungkap Ekhel.

Inisiatif lokal lainnya adalah Mitra Tokopedia, yang kini telah berevolusi menjadi sebuah ekosistem untuk mempermudah pemilik warung, toko kelontong dan usaha sejenis lainnya, dalam mengembangkan bisnis melalui pemanfaatan teknologi. Per 2018, jumlah mitra Tokopedia secara nasional mencapai 24 juta pengguna.

“Lewat Mitra Tokopedia, kami berharap warung-warung di Indonesia bisa menjadi ‘warung super’ dan ikut berkontribusi terhadap ekonomi digital di Indonesia, khususnya kali ini di Surabaya, Jawa Timur,” terang Ekhel.

Sementara itu, Tokopedia Corner merupakan inisiatif lokal Tokopedia yang menghadirkan berbagai kegiatan edukasi bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan aktif mengenai pemanfaatan teknologi dalam menciptakan peluang. Saat ini, sudah ada berbagai Tokopedia Corner di wilayah Surabaya, termasuk Universitas Ciputra Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). 

Hingga saat ini, Tokopedia telah merangkul lebih dari 6,8 juta penjual dengan lebih dari 200 juta jenis produk terdaftar dengan harga transparan. Dari njumlah itu, Tokopedia telah menjangkau 97 persen kecamatan di Indonesia. 86,5 persen di antara jutaan penjual ini adalah pebisnis baru; 38,6 persennya kreator lokal.

"Di wilayah Jawa Timur, jumlah penjual Tokopedia mengalami peningkatan sebanyak 66 persen dari tahun 2018 hingga 2019. Tingkat penjualan dari Jawa Timur ke luar provinsi pun mencapai 32,42 persen," jelas Ekhel.

Salah satu kreator lokal yang sukses bersama Tokopedia adalah Erick Budiman Soetanto, pemilik industri kerajinan rotan di Surabaya dengan nama Rattancious.

Lewat Tokopedia, Erick sudah menjual lebih dari 8,5 ribu produk. Secara keseluruhan, omzet per bulannya saat ini bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta.

“Melalui platform teknologi seperti Tokopedia, usaha saya dapat menjangkau masyarakat dari Sabang sampai Merauke cukup melalui genggaman tangan,” ungkap Erick. kbc10

Bagikan artikel ini: