Gabungkan teknologi dan fasilitas mewah, Satoria Tower diminati perusahaan besar hingga startup

Sabtu, 7 Desember 2019 | 01:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pasar perkantoran di Surabaya masih cukup menjanjikan. Meski sejumlah pengembang membangun proyek perkantoran, namun pasokan properti jenis ini dinilai belum jenuh.

Meski demikian, inovasi tetap harus dilakukan pengembang agar proyek yang dikembangkannya mampu menggaet pembeli strategis.

Ini pula yang disadari Satoria Group, yang mengembangkan Satoria Tower, gedung perkantoran modern bergaya futuristik di area CBD baru kawasan Jalan HR Muhammad Surabaya Barat dengan fasilitas dan keunggulan yang diklaim tak ditemukan di gedung perkantoran lain di Surabaya.

Tak hanya itu, sebagai wujud komitmen kepada pembeli, Satoria Group berusaha menyelesaikan pembangunan tower setinggi 36 lantai tersebut tepat waktu.

Komitmen itu pun dibuktikan dengan dilakukannya penutupan atap alias topping off Satoria Tower pada Jumat (6/12/2019).

“Seremoni topping off ini sebagai bukti komitmen kami kepada para konsumen. Sesuai target awal kami, Satoria Tower yang memiliki fasilitas mewah bakal topping off pada akhir tahun 2019," kata Presiden Direktur Satoria Group Alim Satria, di sela seremonial topping off, Jumat (6/12/2019).

Dipaparkannya, total luas ruang kantor di Satoria-Tower yang dipasarkan mencapai 20.000 meter persegi. Terdiri dari 52 unit Premium Loft dalam beberapa tipe, juga Premium Office yang sangat flexible, mulai luas 36 meter persegi hingga 1.300 meter persegi. “Targetnya, serah terima unit sekitar Agustus 2020,” kata Alim Satria.

Proyek gedung perkantoran ini dikerjakan oleh PT Mitra Agung Surabaya (MAS), salah satu anak perusahaan Satoria Group. 

Selain menerapkan teknologi tinggi dan keamanan yang canggih, Satoria Tower didesain ramah lingkungan. Maklum saja, Satoria Tower digagas memadukan fasilitas lengkap untuk pengguna bergaya hidup energik dengan keanggunan abadi yang dilengkapi interior hangat dan modern, dengan bingkai jendela luas menghadap padang golf di kota Surabaya.

Tak heran keunggulan tersebut membuat Satoria Tower banyak diminati konsumen, baik perusahaan BUMN, swasta, multinasional hingga perusahaan rintisan alias startup dan jasa.

"Hingga saat ini, penjualan Satoria Tower sudah mencapai 60 persen. Namun dengan telah dilakukannya topping off ini, kami optimistis saat serah terima nanti sudah sold out seiring dengan kian membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Alim Satria.

Salah satu pembeli dari BUMN yang sudah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) adalah PT Bank Nasional Indonesia Tbk (Persero) atau BNI. Bank BUMN ini memborong tiga lantai Satoria Tower untuk dijadikan Kantor Utama BNI wilayah Surabaya Barat. 

“Kepercayaan BNI terhadap kami tentu sangat membanggakan. Satoria Tower memang memiliki teknologi tinggi dan keamanan canggih yang kami jamin bakal memuaskan seluruh pemakainya,” kata Alim Satria. 

Direktur Marketing Satoria Tower, Ivi Santoso menambahkan, Satoria Tower merupakan gedung perkantoran premium pertama yang menggabungkan teknologi tinggi, serta memberi penyewa efisiensi yang tak tertandingi dalam hal mobilitas. 

"Kami ingin membangun menara perkantoran premium berteknologi tinggi yang akan menjadi ikon Surabaya. Ini juga untuk menyesuaikan dengan tren dan kebutuhan bisnis saat ini. Apalagi kalangan perusahaan multinasional dan perusahaan teknologi tentu fasilitas seperti big data, dan infrastruktur teknologi lain akan jadi pertimbangan untuk masuk," tandasnya yang menyebut beberapa perusahaan berstatus unicorn di Indonesia berminat untuk masuk Satoria Tower.

Pihaknya optimistis, dengan menggabungkan teknologi modern dan desain mewah akan membuat setiap penyewa bangga menjadi bagian dari Satoria Tower.

"Rata-rata pembeli tertarik dengan fasilitas bintang lima Satoria Tower, seperti sky pool, gym and fitness center, meeting room, lounge, café, restoran, fasilitas perbankan, operasional 24 jam, serta area parkir yang luas," ungkapnya.

Bahkan pihaknya juga menyediakan konsep small office home office (SOHO), karena banyaknya pebisnis dari luar kota dan ingin menjadikan Satoria Tower tempat bekerja sekaligus tempat tinggal. "Kita tawarkan 52 unit SOHO dan sudah hampir habis," katanya.

Ditambahkan Ivi, saat harga jual perkantoran di Satoria Tower di kisaran Rp 27 juta per meter persegi. Angka ini sudah naik ketimbang saat pertama dipasarkan yang di kisaran Rp 20 juta per meter persegi. kbc7

Bagikan artikel ini: