Kemenhub petakan jalan rawan macet selama libur Nataru

Senin, 9 Desember 2019 | 10:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah saat menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah kawasan yang berpotensi macet.

Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memetakan titik-titik yang dianggap krusial guna kelancaran kegiatan liburan Nataru mendatang.

Beberapa titik krusial tersebut di antaranya di sejumlah ruas tol mulai dari tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, hingga pelabuhan penyeberangan.

"Beberapa daerah yang harus diperhatikan, pertama itu adalah Tol Cipali karena kemungkinan rawan terhadap kecelakaan dan kekurangan rest area. Kemudian yang kedua yang menjadi perhatian kami adalah dengan dioperasikannya tol dari Lampung ke Palembang maka itu akan timbul lonjakan penumpang Angkutan Penyeberangan baik di Merak maupun di Bakauheni," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari laman resminya, Minggu (8/12/2019).

Secara khusus, untuk jalan Tol Trans Sumatera, dia meminta kepada pengelola jalan tol untuk menambah rest area yang dilengkapi dengan fasilitas seperti SPBU hingga layanan kesehatan. Hal ini mengingat jarak antar pintu keluar tol cukup jauh.

Begitu juga dengan pelabuhan penyeberangan, dia meminta kepada pihak PT ASDP untuk mengantisipasi dan meningkatkan pelayanannya termasuk soal keamanan dengan berkoordinasi bersama TNI dan Polri.

Sementara untuk wilayah Indonesia Timur, dia menyebut adanya potensi kekurangan armada kapal. Untuk itu secara tegas Menhub Budi meminta kepada Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelni sebagai operator kapal untuk berkoordinasi guna memetakan daerah mana yang berpotensi kekurangan armada kapal.

"Yang penting juga adalah di Indonesia Bagian Timur di Manado itu ada kekurangan kapal. Saya minta kepada PT Pelni, Dirjen Perhubungan Laut untuk memperhatikan itu bahkan bagi provinsi yang belum hadir di sini seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat saya minta Dirjen Perhubungan Laut berkoordinasi karena kita memetakan daerah mana yang harus di supply tambahan kapal," jelasnya.

Selain fokus pada sarana dan prasarana, dirinya juga meminta kepada BMKG dan Basarnas untuk fokus di sejumlah titik terutama di Selat Sunda, Banyuwangi, dan Bali.

Di samping itu, Kemenhub akan menyelenggarakan monitoring posko angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mulai dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Di mana Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus libur akan terjadi sejak 20 sampai dengan 24 Desember 2019. Sedangkan untuk puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 29 sampai dengan 31 Desember 2019.

Sementara itu untuk menciptakan keamanan, Asisten Operasi Kapolri, Irjen Martuani Sormin mengatakan pihaknya akan menggelar Operasi Lilin berlangsung selama 10 hari sejak 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Ribuan personil dari unsur Kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan rumah ibadah hingga infrastruktur transportasi seperti bandara dan pelabuhan.

"Kami akan memberlakukan operasi lilin dengan melibatkan 120 ribu personel Polisi dan 70 ribu personel TNI untuk seluruh wilayah Indonesia. Adapun objek yang jadi perhatian adalah tempat ibadah, tempat hiburan, keramaian, mall, bandara dan pelabuhan itu diperkirakan sekitar 60 ribu personil," ungkapnya.

Senada dengan Asops Kapolri, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay menyebut TNI siap melakukan pengamanan selama angkutan Natal dan Tahun Baru. Selain pengamanan Waasops menyebut TNI akan menyiapkan sejumlah armadanya jika sewaktu-waktu diperlukan.

"Untuk siaga dalam rangka dukungan angkutan kita standby baik itu angkutan darat, angkutan laut maupun angkutan udara, yang ada di tiap angkatan baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara," ujar Waasops. kbc10

Bagikan artikel ini: