Dirjen Pajak akui berat capai target tahun ini

Rabu, 11 Desember 2019 | 12:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui penerimaan pajak tahun ini terbilang cukup berat. Pasalnya, pertumbuhan penerimaan pajak periode Januari 2019 hingga Oktober 2019 hanya sebesar 0,23 persen.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, realisasi pertumbuhan penerimaan pajak pada tahun lalu jauh lebih tinggi. Bila dibandingkan dengan periode Januari 2018 hingga Oktober 2018, penerimaan pajak melesat 16,21 persen.

"Jika boleh disampaikan ke publik, pertumbuhan penerimaan masih 0,23 persen. Ini cukup berat," ucap Suryo, Selasa (10/12/2019).

Data Kemenkeu mencatatkan total penerimaan pajak per Oktober 2019 tercatat sebesar Rp1.018,5 triliun. Angka itu setara 64,56 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp1.577,56 triliun.

Sementara, Suryo menyatakan penerimaan pajak bruto pada Januari 2019 sampai Oktober 2019 sebesar 2,9 persen. Angkanya melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 14,41 persen. "Artinya betul pada 2019 walaupun melambat masih ada pertumbuhan," katanya.

Perlambatan, sambungnya, terjadi lantaran kondisi ekonomi yang juga semakin loyo. Dengan demikian, jumlah pajak yang dibayarkan wajib pajak (WP), baik individu maupun badan usaha menurun.

"Bahwa ada penurunan harga komoditas, kondisi ekonomi melambat, perlambatan khususnya terjadi di impor," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan tekanan dari perlambatan ekonomi ini dirasakan pos penerimaan dari sektor industri yang bergantung pada harga komoditas di pasar internasional.

"Semua sektor mengalami tekanan, terutama pertambangan dan industri pengolahan, meski ada yang tumbuh cukup sehat, seperti jasa keuangan, transportasi, dan pergudangan," ungkap Sri Mulyani.

Berdasarkan sektor industri tercatat realisasi penerimaan pajak dari pertambangan minus 22 persen dan pengolahan minus 3,5 persen. Kemudian, penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan real estate turun 0,3 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: