Kuartal III, pendapatan industri asuransi jiwa tembus Rp171,8 triliun

Rabu, 11 Desember 2019 | 18:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa nasional pada kuartal ketiga 2019 mencapai Rp 171,8 triliun atau melonjak 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 149,8 triliun. 

"Ini menunjukkan industri kami secara konsisten memperoleh kepercayaan masyarakat," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Ia mengklaim secara keseluruhan kinerja industri asuransi jiwa mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal ketiga tahun ini yang dihimpun dari 59 dari 60 total anggota. Budi menyebutkan kinerja kuartal tahun ini membandingkan kinerja periode sama tahun 2018 dengan menghimpun 58 dari 59 perusahaan asuransi jiwa. 

Budi melanjutkan total pendapatan industri asuransi jiwa ditopang oleh pendapatan premi dari Rp 140,9 triliun pada kuartal ketiga 2018 menjadi Rp 143,7 triliun atau naik 2% pada kuartal ketiga tahun ini. Pendapatan premi itu, lanjut dia, didukung kenaikan premi baru yang terkerek tipis sebesar 0,5% dari Rp 89,5 triliun menjadi Rp 89,9 triliun serta premi lanjutan dari Rp 51,3 triliun menjadi Rp 53,7 triliun atau naik 4,7%.

"Bancassurance memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi sebesar 41,8% dan diikuti keagenan sebesar 39,9%," katanya. 

Budi melanjutkan kenaikan pendapatan industri yang paling signifikan adalah hasil investasi yang tumbuh 1.456% dari Rp 1,28 triliun menjadi Rp 19,9 triliun. Ia menyebut kenaikan drastis itu diperkirakan karena meningkatnya pemahaman masyarakat terkait peran asuransi termasuk sebagai investasi. 

Untuk klaim reasuransi naik 41,9% dari Rp 2,8 triliun menjadi Rp 4 triliun dan hanya pendapatan lainnya yang menurun 15,9% dari Rp4,78 triliun menjadi Rp4 triliun. Berkaitan pembayaran klaim dan manfaat, AAJI mencatat klaim dan manfaat dibayarkan sebesar Rp 104,3 triliun atau naik 17,4% dari periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 88,8 triliun. 

Sementara itu, untuk total aset industri asuransi jiwa naik 6,8% dari Rp 513,9 triliun menjadi Rp 548,7 triliun.Sedangkanjumlah agen berlisensi juga meningkat dari 573.000 agen menjadi 622.000 orang. AAJI juga mencatat total tertanggung perorangan juga naik 14,7% dari 17,71 juta orang menjadi 17,85 juta orang.

Untuk total uang pertanggungan naik 12% dari Rp 3.701 triliun menjadi Rp 4.144 triliun dengan total uang pertanggungan perorangan mencapai Rp 1.921 triliun menjadi Rp 2.126 triliun atau naik 10,7%. Sedangkan untuk total uang pertanggungan kumpulan naik mencapai Rp 2.018 triliun dari Rp 1.780.kbc11

Bagikan artikel ini: