Bangun filling stations, Aneka Gas Industri siapkan capex Rp300 miliar

Kamis, 12 Desember 2019 | 21:46 WIB ET
Presdir AGII Rachmat Harsono (empat dari kiri) bersama jajaran direksi perseroan pada public expoae di Surabaya.
Presdir AGII Rachmat Harsono (empat dari kiri) bersama jajaran direksi perseroan pada public expoae di Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Aneka Gas Industri, Tbk, perusahaan gas industri pertama dan terbesar di Indonesia, menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar - Rp 300 miliar di tahun 2020 mendatang.

Emiten berkode saham AGII ini menyiapkan anggaran tersebut diantaranya untuk pembangunan filling station baru.

Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Tbk, Rachmat Harsono mengatakan, perseroan saat ini mengelola 44 plants serta 104 filling stations yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia.

"Sepanjang 9 bulan pertama di tahun ini perseroan telah menyelesaikan pembangunan empat filling stations, dan seiring dengan perkembangan pasar dan menjaga pangsa pasar, perseroan akan terus menambah jumlah filling station. Hingga akhir tahun 2020 perseroan menargetkan bisa mengelola 120 filling station," ujarnya pada public expose perseroan di Surabaya, Kamis (12/12/2019).

Selain ekspansi penambahan filling station dan depo di sejumlah daerah di Tanah Air, Rachmat bilang, perseroan juga getol melakukan inovasi produk, pengembangan usaha, digitalisasi peralatan dan jaringan penjualan, hingga efisiensi biaya operasional.

"Untuk kebutuhan ekspansi di tahun depan, kita menyiapkan belanja modal sebesar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar," ujarnya.

Ditambahkannya, ada tiga langkah inisiatif yang akan dilakukan perseroan, yakni pengembangan pasar dengan menambah produk baru serta pengembangan aplikasi.

Hal itu dilakukan dengan harapan bisa menjadi pemimpin pasar. Asal tahu saja, saat ini penjualan produk perseroan masih didominasi di wilayah pulau Jawa, sementara kontribusi penjualan luar Jawa sekitar 35 persen.

Terkait kinerja perseroan, Rachmat menuturkan, hingga akhir tahun ini perseroan optimistis penjualan bisa tumbuh 10-14 persen dibanding pencapaian tahun lalu.

Sampai dengan akhir triwulan Ill 2019, perseroan membukukan kenaikan penjualan di atas 10% menjadi sebesar Rp 1,6 triliun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kenaikan rata-rata harga jual produk.

Untuk Ebitda perseroan, per 30 September 2019 mencapai Rp 508 miliar, mengalami kenaikan 4,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang di angka Rp 485 miliar.

Pertumbuhan tersebut dipicu oleh pertumbuhan di sektor Other Manufacture dan RiteI, masing-masing sebesar 6.3% dan 3.5%. Sektor-sektor ini memberikan kontribusi sebesar 44% dari pendapatan total perseroan, atau mengalami kenaikan dibandingkan 35% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Untuk tahun depan, kita tetap menargetkan kinerja penjualan bisa naik di atas 10 persen, seiring dengan pengembangan usaha," ujar Rachmat didampingi Direktur AGII Imelda Harsono.

Wakil Presiden Direktur AGII, Feryawan Utomo menambahkan, secara fundamental kondisi perseroan saat inl tetap solid dan pihaknya optimis melalui usaha yang konsisten, perseroan akan dapat mencapai kinerja yang lebih baik di tahun mendatang. kbc7

Bagikan artikel ini: