Gerogoti bisnis swasta, pengusaha keluhkan lahirnya anak hingga cicit BUMN

Senin, 16 Desember 2019 | 09:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha mendukung langkah pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menertibkan anak, cucu hingga cicit perusahaan BUMN.

Pasalnya, mereka merasa kewalahan bila harus bersaing dengan termasuk anak hingga cicit usaha BUMN, dan berdampak negatif buat keberlangsungan bisnis swasta.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyebut keroyokan BUMN hingga cicit perusahaannya secara tidak langsung mengambil kesempatan pengusaha swasta hingga UMKM.

"Ini benar-benar banyak mengambil porsi pengusaha bahkan UMKM. Kalau kita lihat kan kalau swasta disuruh berkompetisi dengan BUMN, apalagi UMKM ya pasti kalah lah," kata dia, Minggu (15/12/2019).

Kondisi itu bakal mempengaruhi secara negatif pendapatan pengusaha maupun UMKM. Partisipasi mereka dalam perekonomian pun berkurang.

"Dampaknya yang sudah pasti kan banyak mengambil porsi dari pengusaha atau UMKM sehingga dampaknya ke pendapatan UMKM. Akibatnya dampak kepada ekonominya, dampak partisipasi pihak swasta ini menjadi lebih turun," jelasnya.

Dia menilai jika anak hingga cicit BUMN semakin banyak akan membuat iklim usaha menjadi tidak sehat. Dia pun menyarankan proyek yang bisa dikerjakan oleh swasta biar dikerjakan mereka.

"Iya jumlahnya makin banyak dan ini tidak sehat gitu. Kalau misalnya memang secara ekonominya masuk ya sudah suruh swasta saja," tambahnya.     kbc10

Bagikan artikel ini: