Jadi penopang ekonomi RI, Amartha gencar edukasi keuangan ke UMKM

Senin, 16 Desember 2019 | 11:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai menjadi salah satu sektor ekonomi penting di tengah ancaman resesi dunia di 2020.

Sadar akan hal ini, perusahaan fintech pendanaan PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha terus mengedukasi kepada masyarakat mengenai solusi pendanaan untuk sektor UMKM. 

Pendiri & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, di 2020 Amartha berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak mitra dan memberikan pelayanan keuangan lebih dari sekedar pendanaan.

"Amartha sebagai alternatif investasi berdampak sosial, telah menyalurkan pendanaan Rp1,7 triliun kepada lebih dari 361 ribu perempuan pengusaha mikro di pedesaan," ujar dia, Minggu (15/12/2019).

Ditambahkan pria yang juga Staf Khusus Presiden Joko Widodo ini, Amartha memberikan pendanaan, pelayanan keuangan dan memberdayakan sektor UMKM dan ekonomi informal, yang tidak terlayani dan dijangkau oleh perbankan dan lembaga keuangan formal.

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan 2013-2014 Muhammad Chatib Basri menambahkan, dalam menghadapi resesi ekonomi dunia di 2020, salah satu yang dapat mendukung ekonomi Indonesia adalah UMKM dan yang dapat mendukung UMKM adalah Amartha.

"Hadirnya Amartha memungkinkan sumber pendanaan yang lebih terbuka dan demokratis, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat memajukan pelaku UMKM dengan memberikan pendanaan," ujarnya.

Dari hasil riset Amartha bersama Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada di tahun 2019, 94 persen mitra Amartha (pelaku usaha mikro perempuan) merasa lebih sejahtera setelah bergabung dengan Amartha. Penghasilan mereka yang awalnya hanya sekitar Rp1-2 juta per bulan naik menjadi Rp 5-10 juta per bulan.

“76 persen mitra usaha Amartha mengaku dapat membayar uang sekolah anak dari pendapatan usaha mereka. Usaha mereka semakin meningkat dan berkembang dan turut memberikan lapangan pekerjaan di lingkungan rumahnya," ujar Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto. kbc10

Bagikan artikel ini: