Genjot kredit konsumer di 2020, Bank Mandiri andalkan KPR

Selasa, 17 Desember 2019 | 09:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat realisasi kredit konsumer per kuartal III/2019 tumbuh 4,1% year-on-year (yoy). Namun demikian, bank pelat merah ini meyakini pertumbuhan kredit konsumer di tahun depan bisa mencapai 10% sampai 12%.

Direktur Consumer and Retail Transactions Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan tren industri. Pasar akan menyerap transisi suku bunga perbankan dan stabilitas ekonomi membaik, sehingga akan mengkatrol daya beli masyarakat. 

“Tahun depan pertumbuhan konsumer 10% sampai 12% [yoy],” kata Herry di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Herry memberikan sedikit gambaran terkait KPR, penyumbang terbesar kredit konsumer. Pada tahun depan segmen tersebut memiliki kesempatan tumbuh membaik, meskipun tidak secara menyeluruh.

KPR dengan ticket size kurang dari Rp1 miliar pada tahun depan akan memiliki permintaan yang baik. Begitu pula dengan rumah yang masuk dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Namun, pada saat yang sama KPR dengan nilai di atas Rp1 miliar masih akan mengalami penurunan permintaan. “Ini kurang lebih situasinya masih sama dengan tahun ini,” kata Hery.

Sementara itu, pada tahun depan bank memperkirakan kontribusi kredit konsumer terhadap total portofolio pembiayaan bank sebesar 13%. Per September 2019 sumbangsih kredit konsumer sebesar 12%.

Pada kuartal III/2019, kredit konsumer Bank Mandiri tumbuh 4,1% yoy menjadi Rp88,5 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan kredit yang disalurkan melalui kartu, yakni 20,4% yoy.

Pada periode yang sama KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh di bawah rata-rata industri. Portofoli pembiayaan keduanya, masing-masing, naik 2,5% yoy dan 0,7% yoy.

Seperti diketahui, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per September 2019, KPR tumbuh 10,3% yoy menjadi Rp475,3 triliun. Pada periode yang sama KKB naik 0,9% yoy menjadi Rp140,6 triliun.

Adapun secara umum, Bank Mandiri mengincar pertumbuhan kredit dua digit pada tahun depan. Kendati ekonomi dalam negeri masih dibayangi perlambatan, bank berharap tutup buku 2020 dengan kenaikan fungsi intermediasi sebesar 10% hingga 11% secara tahunan.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan target pertumbuhan tahunan kredit pada tahun ini yang sekitar 8%-9%. Tahun ini, target kredit bank berlogo pita kuning ini dipangkas dari target sebelumnya, karena perlambatan ekonomi.

Per kuartal III/2019, emiten berkode BMRI ini melaporkan pertumbuhan kredit menjadi sebesar 7,78% yoy menjadi Rp841,9 triliun. Capaian tersebut melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, karena imbas dari dua segmen utama yakni korporasi dan ritel yang hanya tumbuh di bawah 6% yoy. kbc10

Bagikan artikel ini: