BPKN terima 1.510 aduan masyarakat, didominasi kasus perumahan

Selasa, 17 Desember 2019 | 09:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat telah menerima sebanyak 1.510 kasus pelaporan masyarakat terkait perlindungan konsumen.

Koordinator Komisi III Advokasi BKPN, Rizal E Halim mengatakan, dari jumlah keseluruhan pengaduan tersebut, sekitar 90 persen adalah mengenai perumahan. "Kita mencatat ada 1.510 pengaduan di tahun ini dan yang paling parah ada di Batam," ujarnya di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Rizal menjelaskan, permasalahan perumahan di Kota Batam terjadi akibat adanya pengembang nakal yang menjual lahan yang sebenarnya adalah kawasan hutan lindung.

Selain itu, di wilayah Jabodetabek permasalahan perumahan juga sangat banyak. Ia mencontohkan, salah satunya permasalahan kasus Perumahan Jatinegara Indah yang kini sudah disita.

"Sudah disita sebenarnya, tapi ada saja pihak swasta yang menjualnya. Mirisnya, dibantu dengan mekanisme pembiayaan salah satu bank milik pemerintah," jelasnya. 

Rizal juga mengatakan, permasalahan perumahan di Jakarta juga banyak dialami hampir semua rumah susun di Jakarta yang memiliki potensi dan para konsumennya bukan hanya dari masyarakat ekonomi ke bawah, melainkan masyarakat ekonomi ke atas juga banyak menjadi korban. kbc10

Bagikan artikel ini: