Hadapi resesi ekonomi, Sandi: Kedepankan peran UMKMM

Selasa, 17 Desember 2019 | 18:57 WIB ET
Sandiaga Uno
Sandiaga Uno

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah lembaga riset memprediksi resesi ekonomi global akan terjadi di tahun 2020 esok. Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan lingkungan dapat melakukan konsolidasi ekonomi.

Founder PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Sandiaga Uno menuturkan,adapun pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2020 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan tahun ini sebesar 5%. Tantangan yang bersumber dari faktor eskternal seperti dampak perang dagang Amerika Setikat yang belum - China, penerapan British Exit (Brexit).

Belum cukup sampai disitu, isu impeachment Presiden Donald Trump menambah deretan ketidakpastian ekonomi. "Kita memasuki era kompleksitas baru," ujar Sandi begitu biasa disapa ketika menjadi keynote speek dalam acara Most Admired CEO (eksekutif perusahaan) 2019 , Senin (16/12/2019) malam.

Sandi pun mengajak para eksekutif perusahaan jangan terlampau risau menghadapi fase ekonomi di depan. Menurutnya justru apa yang dihadapi saat ini menjadi momentum semua pemangku kepentingan melakukan konsolidasi, bersatu memajukan ekonomi Indonesia.

"Kalau kita tercah belah, kita belum tentu bisa bersaing.Kita harus bergandeng tangan," harapnya.

Sandi yang pernah menduduki sebagai Wagub DKI Jakarta ini mengatakan Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi di tahun 1998 .Namun, tetap dapat bertahan tidak lain karena perekonomian ditopang UMKM. Sekitar 97 % roda perekomian nasional ditopang UMKM.

Sayangnya pada perkembangan kebijakan makro ekonomi pemerintah selanjutnyab justru lebih memberi porsi besar kepada pengusaha besar. "Semestinya kita memberi apresiasi kepada UMKM dengan mereka ruang lebih besar untuk berkontribusi," tegasnya

Sandia juga menunjuk Jepang dan Jerman yang berhasil menjadi negara industri adidaya, meski sempat mengalami fase keterpurukan usai kalah dalam perang dunia ke II. Menurutnya hal ini disebabkan karena kebijakan yang lebih menitikberatkan kepada kepentingan ekonomi nasional.

Karena itu dia mendukung dan berharap substansi UU Omnibus Law harus turut memajukan peran UMKM nasional. "Bukan lagi CSR, yang nuansa kepedulian kepada UMKM lebih bersifat seremonial. Semestinya peran UMKM dimasukan ke dalam alur mata rantai supply dan value chain," kata Sandi

Dengan turut merangkul UMKM dengan cara tersebut, Sandi meyakini ke depan perekonomian Indonesia tidak akan masuk ke dalam kubangan krisis ekonomi yang sama. Sehubungan dengan hal ini Sandi pun menyodorkan tiga tips karakter yang harus dimiliki para eksekutif perusahaan yakni terus berinovasi, berani mengambil resiko ketika kompetitor lainnya bersikap wait and see.

Pimpinan perusahaan selayaknya juga harus memiliki jiwa pro aktif ketika menangkap peluang. Salah satu caranya mengadopsi peran milineal ke dalam tampuk manajamen .Apalagi disaat revolusi industri 4.0 guna turut mentransformasikan gagasan agar industri terus melaju.

Berkaitan acara Most Admired CEO 2019, hasil riset kuantitatif Warta Ekonomi ,terpilih 59 CEO perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas dan diakui memiliki reputasi,visi dan inovasi.Sehingga perusahaan yang dipimpinnya terus tumbuh dan berkembang.

Sejumlah nama yang mengemuka dari 59 CEO perusahaan yang memenuhi kriteria ini diantaranya Faik Fahmi (Angkasa Pura 2), Farid Padang (Pelindi IV), Tumiyana (Wijaya Karya),Warih Andang Tjahjono(Toyota Astra Motor). Selain itu juga terpilih Achmad Baiquni (Bank BNI), Alexander Stefanus Ridwan (Pakuwon ) dan Hendi Prio Santoso (Semen Indonesia).kbc11

Bagikan artikel ini: