Bidik tumbuh dua kali lipat di 2020, ini yang akan dilakukan LinkAja

Rabu, 18 Desember 2019 | 09:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) sebagai alat pembayaran elektronik nasional sukses menutup akhir 2019 dengan kinerja kinclong. Perusahaan pun menargetkan pertumbuhan bisnis hingga dua kali lipat pada tahun depan.

Direktur Marketing LinkAja, Edward Kilian Suwignyo mengatakan, kinerja positif tahun ini terlihat dari pertumbuhan sisi pengguna terdaftar yang telah mencapai lebih dari 40 juta, melampaui target awal yang ditetapkan.

Berdasarkan pemaparannya, hingga 2019, pertumbuhan pengguna aktif per bulannya mencapai 5,1 kali. Nilai transaksi atau gross transaction value (GTV) per bulan naik 4,8 kali dan jumlah transaksi bulanan naik 4,7 kali.   

“Size kami sudah tidak lagi kecil, jadi tahun depan pasti harus tumbuh di atas dua kali. Unicorn bukan goal di tempat kami tapi inklusi keuangan. Seberapa besar orang punya akses keuangan,” ujarnya, Selasa (17/12). 

Guna meraih target, LinkAja bakal terus memperluas cakupan usaha melalui kerja sama dengan beragam pihak baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, badan usaha milik negara, hingga berbagai perusahaan swasta.

Sejak terbentuk, LinkAja memiliki positioning, visi, dan misi yang berbeda dengan uang elektronik lainnya. Tak hanya bermain pada kebutuhan gaya hidup, LinkAja juga berfokus kepada upaya pemenuhan kebutuhan mulai dari pembayaran tagihan, transportasi, BBM, telekomunikasi melalui pembelian pulsa, hingga pembayaran donasi.

Pada akhir tahun 2019 ini, LinkAja telah terhubung dengan berbagai moda transportasi publik, mulai dari KRL Jabodetabek, Gojek, kereta api KAI antar kota, bus Damri, taksi Bluebird, Railink, Garuda/Citilink, dan berbagai transportasi lokal seperti Trans Lampung, Trans Semarang, dan sebagainya.

Tak hanya layanan moda transportasi, dari segi inovasi produk, perusahaan juga bakal mengembangan layanan keuangan yang mencakup tiga hal, yakni wealth management, proteksi, dan pinjaman. Namun, dia masih enggan menjelaskan lebih rinci. Selain itu, LinkAja juga sedang menggodok produk syariah.

Seluruh inovasi anyar ini masih dalam tahap pengembangan dan perizinan di Bank Indonesia. 

Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana menambahkan, sebanyak 82% pengguna LinkAja pun tersebar di luar Jakarta, dengan 52% pengguna berada di luar pulau Jawa seperti kota-kota di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian tengah, dan Sulawesi. 

Saat ini LinkAja memiliki akses cash in kepada masyarakat di lebih dari 700.000 titik pada akhir 2019, baik berupa bank channel, modern retail, hingga layanan keuangan digital.

Penggunaan LinkAja telah tersebar di 40 pasar tradisional, 30.000 merchant lokal, 23 transportasi lokal, 23 universitas, dan 14 kantor pajak dan retribusi daerah. 

Pada 2020, LinkAja bakal menyasar ke 25 cluster nasional yang berfokus di kota tier dua dan tiga di segmen mikro dan ultra mikro di seluruh Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: