Hati-hati! Mesin pencarian berpoensi disalahgunakan hacker

Rabu, 18 Desember 2019 | 09:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pengguna internet di dunia sudah tak asing lagi dengan mesin pencarian terpopuler, seperti Google, Yahoo, Bing, Baidu, dan lainnya.

Setiap tahun, bahkan saban bulan tren yang dicari pengguna internet selalu mengalami perubahan, mulai dari tokoh yang menginspirasi, selebritas, topik, hingga berita menarik lainnya.

Untuk mendalami apa yang sedang menjadi topik terkini, beberapa dari kita mungkin akan terjun langsung ke internet dan mencari informasi lebih jauh di mesin pencari.

Bahkan di Indonesia sendiri, tokoh masyarakat dan fenomena kekinian tidak lepas dari beberapa pencarian yang paling digemari.

Seiring dengan tren tersebut Kaspersky sebagai perusahaan keamanan siber yang ingin menerapkan perubahan dari pola keamanan siber menjadi kekebalan siber (cyber security to cyber immunity) kepada masyarakat luas, memberikan imbauan dan mengingatkan para pengguna bahwa pencarian web harus tetap dilakukan dengan hati-hati.

Malware Analyst di Kaspersky, Oleg Kupreev mengatakan, mesin pencari adalah teknologi hebat yang secara dramatis telah mengubah pengalaman pengguna dalam mengakses informasi.

"Namun, sebagai perusahaan keamanan siber, kami harus tetap memperingatkan pengguna untuk tetap berhati-hati bahkan ketika melakukan pencarian di sumber tepercaya," ujar Kupreev melalui keterangannya, kemarin.

Ia menyebut, permintaan pencarian populer sering disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber, yang menerapkan apa yang disebut teknik 'SEO black-hat'.

"Ini melibatkan pengubahan konten dan deskripsi situs web berbahaya yang mereka miliki, sehingga nampak lebih atas pada halaman hasil pencarian," paparnya.

Situs web semacam itu, Kupreev melanjutkan, dapat ditemukan di tempat ketiga atau keempat dalam daftar hasil pencarian.

"Metode ini masih digunakan secara aktif oleh pelaku kejahatan siber, meskipun efisiensinya telah berkurang berkat banyak mesin pencari yang berjuang melawan kegiatan 'SEO black-hat' tersebut dan upaya mereka dalam melindungi pengguna dari konten berbahaya," ucapnya menambahkan.

Kupreev memberikan contoh, laporan Kaspersky tentang serangan siber pada pengguna situs web konten dewasa menunjukkan lebih dari satu juta pengguna telah dicegah oleh produk perusahaan dari upaya infeksi malware dari top 100 situs porno tingkat atas di 2017, dengan 658.930 pengguna terinfeksi pada 2018.

"Agar tetap aman saat melakukan pencarian di web, kami sarankan kamu menggunakan solusi keamanan tepercaya dan menghindari untuk mengklik situs web yang mencurigakan dan tidak dikenal melalui mesin pencari," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: