Resmi dilantik, Kadin siapkan terobosan untuk dunia usaha Surabaya

Rabu, 18 Desember 2019 | 15:38 WIB ET

SURABAYA – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya 2019-2024 resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, Selasa malam (17/12/2019). Acara yang juga dihadiri jajaran pengusaha Surabaya itu dilangsungkan di Hotel Majapahit.

”Kami sengaja memilih lokasi di hotel ini yang memang lekat dengan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo melawan kolonialisme. Di lokasi ini pula terjadi perobekan bendera penjajah yang sangat fenomenal. Kami ingin menyerap spirit tersebut untuk mengembangkan ekonomi Surabaya agar semakin maju dan inklusif, yang aksesibel bagi UMKM dan masyarakat kelas menengah ke bawah,” ujar Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi kepada wartawan.

Kadin Surabaya, sambung dia, langsung bergegas menyiapkan langkah-langkah terobosan. Salah satu program yang sudah dijalankan adalah ”Pulang Bawa Izin” bekerja sama dengan dinas terkait untuk memfasilitasi UMKM mengurus perizinan dengan membuka booth pelayanan di Grand City Surabaya belum lama ini. Sejumlah workshop dan mentoring bisnis juga sudah digelar dalam beberapa bulan terakhir.

”Kami sudah siapkan program-program lain, yang intinya adalah menjadikan Kadin sebagai instrumen mengorkestrasi dunia usaha agar selaras dengan upaya pemerintah kota mewujudkan perekonomian yang progresif, inklusif, dan mampu menampilkan wajah metropolitan yang humanis serta berkelanjutan,” ujar Andi, sapaan akrab Ali Affandi.

Andi memaparkan, sebagai denyut nadi utama ekonomi Indonesia Timur, ekonomi Surabaya memang akan selalu bergeliat. Rata-rata pertumbuhannya selalu lebih bagus dibanding nasional. Misalnya, pada 2018, ekonomi Surabaya tumbuh 6,19 persen; sedangkan Jatim 5,5 persen dan nasional 5,17 persen.

”Tren ini perlu ditingkatkan terutama dengan pelibatan optimal kelompok usaha menengah ke bawah,” ujar Andi.

Meski sudah relatif baik, Surabaya tetap menghadapi tantangan berat. Misalnya, peningkatan angkatan kerja yang belum diimbangi lapangan kerja baru. Angkatan kerja Surabaya terus naik dari tahun ke tahun, termasuk karena perpindahan tenaga kerja dari luar kota ke Surabaya.

”Dan ke depan ada ancaman perlambatan ekonomi. Kita harus mengantisipasi, di satu sisi angkatan kerja naik, tapi di sisi lain ekonomi agak melambat, sehingga ada potensi peningkatan pengangguran. Ini harus dijawab dengan mendorong sektor kreatif terus tumbuh,” beber pengusaha yang menggeluti bisnis infrastruktur, industri kreatif, dan properti tersebut.

Kadin Surabaya akan mengusung lima kunci, yaitu changemakers, MICE, tourism, trading, dan economic hub.

”MICE, tourism, dan trading adalah pilar ekonomi Surabaya yang digerakkan UMKM sampai industri besar. Economic hub adalah karakter bisnis Surabaya. Nah itu semua harus dikerangkai dengan inovasi, kita menjadi changemakers untuk terus maju, tidak berpuas diri dengan kemajuan saat ini,” jelasnya.

Dalam kepengurusan anyar ini, Kadin Surabaya juga membentuk bidang baru, seperti industri olahraga, startup, kesehatan, milenial, dan MICE. 

”Kami menangkap model-model bisnis baru yang perlu digarap pelaku usaha Surabaya. Misalnya sport industry, ini belum banyak yang mengerjakan, padahal di luar negeri berkembang pesat,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: