Lagi booming, Polygon kembali rilis sepeda elektrik

Rabu, 18 Desember 2019 | 20:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Booming motor ramah lingkungan alias motor listrik membuat permintaan erhadap sepeda elektrik terus meningkat.

Hal ini juga dirasakan pabrikan sepeda nasional, Polygon. Bulan lalu, perusahaan asal Sidoarjo ini meluncurkan dua seri sepeda elektrik alias e-bike, yakni Path-E dan V3 Sage. Model Path-E terbagi menjadi dua, ada yang untuk perempuan dan laki-laki. Sedangkan model V3 Sage lebih compact dan bisa digunakan anak-anak maupun dewasa. Usai diluncurkan, sebanyak 200 unit habis diborong. 

Direktur PT Insera Sena produsen Polygon, William Gozali menyatakan, E-Bike yang diluncurkan Polygon sesuai dengan standard sepeda elektronik dunia.

"Sebab kalau yang biasa diketahui masyarakat umum, sepeda elektrik adalah yang bisa digas seperti halnya sepeda motor. Padahal seharusnya tidak seperti itu," jelasnya, Senin (16/12/2019). 

Wiliam menyatakan sepeda elektrik Polygon menggunakan teknologi pedel electric cycle (pedelec) di mana pengguna mendapat bantuan dorongan dari pedal-assist motor yang diaktifkan saat mengayuh sepeda. Jadi bisa dibilang, motor listrik dibuat untuk tambahan energi saat mengayuh sehingga sepeda terasa lebih ringan.

Adapun dorongan listrik terbagi menjadi lima pilihan, di mulai dari pilihan pertama yang begitu diaktifkan akan terasa bantuan tenaga sehingga usaha gowes jadi lebih enteng. Sampai dengan pilihan power ke lima yang bisa digunakan untuk mempermudah melewati tanjakan terjal seperti fly over. 

William bilang, sekali di-charge, motor listrik bisa digunakan sampai 100 kilometer pemakaian penuh. Setelah dapat bantuan motor listrik, tentu kecepatan sepeda menjadi meningkat.

Model E-Path bisa melaju hingga kecepatannya maksimal 32km/jam dan V3 Sage dapat melaju hingga 25km/jam. William menjelaskan batasan kecepatan ini sudah sesuai dengan aturan di Eropa dan Amerika Serikat.  

Meski saat ini William mengakui permintaan terhadap E-Bike secara perlahan terus meningkat. Bahkan di akhir tahun ini, Polygon mendapat banyak pesanan. Kendati demikian, Polygon akan produksi sesuai permintaan dulu saja. William juga belum bisa memberikan data rijit mengenai berapa produksi dan target penjualan sepeda listrik ini.

Di tahun depan, William mengungkapkan Polygon masih lebih banyak menjual E-bike untuk ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Sedangkan penjualan di Indonesia masih harus diperdalam lagi. 

William bilang pasar E-bike di Indonesia masih baru sehingga diperlukan edukasi mengenai sepeda listrik. Menurutnya, masyarakat Indonesia lebih kenalnya sepeda listrik yang bisa digas seperti sepeda motor (throttle) bukan jenis pedelec. 

Oleh karenanya, di tahun depan William mengakui akan lebih memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai E-bike. Adapun Polygon juga akan memasok sepeda listrik ke distributor rekanan.

Tambahan informasi,sepeda listrik milik Polygon ini dijual dengan kisaran harga Rp 13 juta hingga Rp 19 juta. Rinciannya, model V3 Sage dibanderol Rp 13 juta dan Path seharga Rp 19 juta. William mengakui, kedua model sama-sama laku karena menyasar segmen yang berbeda. kbc10

Bagikan artikel ini: