BKPM ingin pengusaha nasional dan asing bermitra dengan UMKM

Kamis, 19 Desember 2019 | 21:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com:  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkomitmen meningkatkan kinerja Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (UMKM) dengan mewajibkan investor, baik nasional maupun asing yang menanamkan investasinya untuk bermitra dengan UMKM. 

"Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional ini cukup besar, mencapai 60,3 persen. Sementara kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai 96,8 persen dan kontribusi terhadap investasi sebesar 58,2 persen. Artinya, ekonomi Indonesia sangat tergantung pada UMKM. Untuk itu, diperlukan dukungan besar terhadap sektor ini agar ekonomi Indonesia kian kuat," kata Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM, Nurul Ichwan usai Diskusi Panel di acara Musyawarah Provinsi ke-7 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim di Surabaya, Kamis (19/12/2019).

Ia mengatakan potensi UMKM di Indonesia sebetulnya sangat banyak dan beragam. Untuk itu diperlukan upaya menggali potensi khas di daerah bahkan tingkat kota/kabupaten dan digarap secara serius.

“Potensi kerja sama antara swasta atau BUMN dengan PMA (penanaman modal asing) terbuka lebar, bahkan pemerintah punya keinginan untuk meningkatkan kerja sama lokal dengan pengusaha internasional, atau lebih khusus lagi mengangkat UMKM yang jumlahnya dominan,” jelasnya.

Dia mengatakan pengusaha nasional perlu menyadari bahwa UMKM yang jumlahnya sangat besar di Indonesia ini menjadi penyelamat ketika krisis. UMKM juga diyakini bisa menjadi solusi ketika investasi besar yang masuk menghadapi kendala di daerah.

“Mengatasi hal kecil di lapangan, mestinya UMKM ini lebih mengerti persoalan lokal, apakah masalah lahan, atau masalah sosial sebenarnya bisa diselesaikan oleh pengusaha lokal,” imbuhnya.

Nurul menambahkan BKPM pun mendorong agar pengusaha yang tergabung dalam Kadin untuk memetakan potensi daerah atau UMKM lokal yang bisa dijadikan partner pengembangan usaha baik dengan pengusaha nasional maupun asing.

“Jadi kalau ada kolaborasi pengusaha kita tidak perlu berkutat dengan produk sendiri, pasar sendiri. justru kolaborasi bisa menghasilkan akses pasar yang lebih luas misalnya produk lokal dikembangkan bersama lalu bisa dipasarkan ke luar negeri ketika berpartner dengan asing, termasuk bisa melakukan ToT (transfer technology),” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: