LaNyalla: Peningkatan SDM dan evaluasi dominasi BUMN jadi solusi saat ekonomi lesu

Jum'at, 20 Desember 2019 | 17:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, ada dua tantangan dunia usaha, keduanya adalah fenomena global yang dampaknya dirasakan di seluruh dunia. Pertama perlambatan ekonomi global dan kedua masuknya era industri 4.0 atau  disrupsi teknologi.

"Solusinya ada dua, pertama up-skilling dan re-training tenaga kerja agar merek memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan era teknologi. Dalam hal ini sudah dilakukan Kadin Jatim melalui program vokasi," tegas LaNyalla saat Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-7 Kadin Jatim, Kamis (19/12/2019) malam. 

Solusi kedua, lanjutnya, adalah melakukan evaluasi terhadap dominasi bisnis oleh perusahaan negara. Baik BUMN, maupun anak perusahaan dan cuci serta cicit perusahaan BUMN. Karena hilangnya dominasi BUMN dna anak cucu dan cicitnya akan meningkatkatkan peran dan peluang perusahaan swasta akan terbuka. Hal ini sesuai dengan  pidato Presiden Joko Widodo saat pembukaan Rapimnas Kadin Indonesia di Nusa Dua Bali akhir November yang lalu.

"Saya berharap, dua hal tersebut akan menjadi Rekomendasi dalam Muprov ke-7 Kadin Jatim kali ini," katanya.

Lebih lanjut La Nyalla mengatakan bahwa ada beberapa faktor geopolitik global  yang menjadi pemicu lesunya ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Diantaranya adalah perang dagang Amerika Serikat dan China hingga isu pemakzulan presiden Trump. Selain itu juga ada isu Deadlock Brexit dan krisis negara-negara Uni Eropa. Ditambah konflik di sejumlah negara Timur Tengah, mulai dari konflik Suriah hingga krisis Arab Saudi dan Yaman. 

"Selain itu, juga ada krisis Hongkong dan perang dagang antara Jepang versus Korea Selatan. Ini semua menjadi trigger perlambatan ekonomi global. Perlambatan ini memberikan dampak pada Indonesia  karena sejumlah negara yang mengalami perlambatan tersebut adalah mitra dagang Indonesia," jelasnya.

Untuk mengatasinya, Presiden Joko Widodo  telah meluncurkan beberapa paket kebijakan ekonomi. Baik melalui instrumen kementerian hingga instruksi presiden. Ada lima program prioritas pemerintah jangka menengah, yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur lanjutan, penyederhanaan regulasi penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi. 

Di Era pemerintahan Jokowi periode kedua ini memang difokuskan pada pembangunan SDM. Dan yang dimaksud itu adalah meningkatkan kualitas SDM  sebagai aktor ekonomi. Salah satu jawabannya adalah program vokasi yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dan dunia industri (DUDI).

 

Dalam hal ini, pengurus Kadin telah memulai sejak beberapa tahun terakhir melalui kerjasama dengan  Kadin Jerman atau IHK Trier Jerman melalui Program vokasi untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim.kbc6

Bagikan artikel ini: