Manfaatkan e-commerce, ekspor UMKM tumbuh dua kali lipat

Sabtu, 21 Desember 2019 | 00:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki optimis kontribusi ekspor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mampu bertumpuh dua kali lipat pada 2024. Saat ini, UMKM hanya menyumbang 14,5% terhadap ekspor nasional.

Sedangkan korporasi menyumbang 85,5% terhadap ekspor nasional. “Kami sedang mempelajari. Harapan kami, 2024 jadi dua kali lipat dari sekarang," kata Teten kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Untuk mencapai target tersebut, Teten gencar menggaet e-commerce. “Perlu mengembangkan akses pasar agar UMKM bukan hanya (menyasar pasar) dalam negeri tapi juga luar negeri," katanya.

Teten mengaku telah berdiskusi dengan beberapa e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Menurut dia, UMKM perlu berdagang di platform digital supaya bisa memperluas pasar.

Selain itu, menurut Teten pelaku UMKM perlu meningkatkan kemampuan teknologinya. Ia pun berencana membuat kantor bersama untuk mendorong ekspor UMKM. Perizinan, sertifikasi hingga pembiayaan ekspor dapat dilakukan melalui kantor tersebut.

Teten juga menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 190 triliun pada tahun depan cukup untuk membantu UMKM mengembangkan bisnisnya. Pembiayaan untuk UMKM itu juga terbagi di berbagai kementerian dan Lembaga (K/L). Di Indonesia, beberapa e-commerce juga sudah menyediakan layanan ekspor.

Bukalapak misalnya, meluncurkan BukaGlobal pada pertengahan Mei tahun ini. Lewat layanan ini, pengguna di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Taiwan bisa membeli produk Indonesia melalui Bukalapak. Shopee juga menargetkan bisa mengekspor 5 ribu produk UMKM Indonesia ke Malaysia dan Singapura pada akhir tahun ini. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Shopee bakal memaksimalkan gudang (warehouse) di luar negeri.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto optimistis UMKM berkontribusi 18% terhadap total ekspor pada tahun depan. Prediksi itu meningkat dari saat ini di kisaran 14-15%. Optimisme itu merujuk pada Omnibus law yang akan diterbitkan pemerintah tahun depan. "Saya optimistis target akan tercapai terutama dengan adanya penyerderhanaan aturan-aturan melalui omnibus law," kata Agus.

Selama ini, menurutnya ada beberapa aturan yang menghambat perkembangan produksi UMKM. Di antaranya terkait perizinan, permodalan, dan akses permodalaan. Nantinya, aturan-aturan tersebut disederhanakan.kbc11

Bagikan artikel ini: