RI peroleh manfaat sesaat dari pemakzulan Trump

Sabtu, 21 Desember 2019 | 00:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Donald Trump menghadapi pemakzulan usai sebagian besar DPR AS sepakat bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaan untuk menekan presiden Ukraina dan menghalangi proses penyelidikan kongres.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan pemakzulan tersebut membawa dampak positif sementara buat Indonesia. Salah satunya adalah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS.

"Kalau ada problem di Amerika, kita biasanya malah diuntungkan karena rupiahnya (menguat) ke kita. Kalau dulu malah Trump bikin policy, bunganya tinggi (suku bunga The Fed) malah dolarnya ke sana dan rupiah melemah," ujar Aviliani dalam diskusi INDEF di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, pergerakan rupiah memang mengalami penguatan usai Trump dimakzulkan. Tapi, penguatan tersebut tipis.Tercatat, hari ini rupiah menguat menjadi Rp 13.993 per dolar AS. Pada 19 Desember 2019, rupiah berada di posisi Rp 13.983 per dolar AS dan pada 18 Desember rupiah di posisi Rp 14.007 per dolar AS.

Apabila nilai tukar rupiah menguat, investor asing di pasar saham tertarik parkirkan dananya ke dalam negeri. Ini membuat tambahan modal (capital inflow).Kendati begitu, Aviliani mengingatkan momentum seperti ini biasanya berlangsung sesaat. Artinya, uang yang sudah masuk harus dijaga.

"Karena sifat investor, kalau dia sudah sampai titik tertentu, ambil untung dulu. Begitu dia keluar ambil untung nih, biasa itu bersama-sama," kata dia.

Sementara dari di sisi perjanjian dagang, Aviliani menilai Indonesia harus mengubah tatanan industri perdagangan ke arah global value chain. Karena kekuatan dan pengaruh AS besar terhadap pergerakan perdagangan banyak negara, Indonesia harus mengarah ke kerja sama antar pemerintah alias government to government.kbc11

Bagikan artikel ini: