Perkuat penjualan online, Elizabeth bidik operasikan 100 toko di 2020

Sabtu, 21 Desember 2019 | 01:44 WIB ET
Area Manager Timur Elizabeth, Herawaty Puspa Dewi (kanan) bersama Putri Pariwisata Jawa Timur 2019, Yasmin Oktavia (tengah) pada acara “Elizabeth Close to You”.
Area Manager Timur Elizabeth, Herawaty Puspa Dewi (kanan) bersama Putri Pariwisata Jawa Timur 2019, Yasmin Oktavia (tengah) pada acara “Elizabeth Close to You”.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan ritel fashion Elizabeth menargetkan bisa membuka 10 toko baru sepanjang tahun 2020. Saat ini, perusahaan berbasis di Bandung ini telah memiliki 90 toko yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

Area Manager Timur Elizabeth, Herawaty Puspa Dewi menuturkan, penambahan toko baru tersebut guna memenuhi permintaan masyarakat yang selama ini telah menjadi pelanggan dan menginginkan kehadiran Elizabeth lebih dekat.

Elizabeth merupakan produsen dan ritel fashion yang dikenal dengan produknya seperti tas wanita, tas kerja wanita, tas pria, koper, dompet, pakaian wanita serta sepatu dan segala aksesoris.

"Selama ini mereka yang tempat tinggalnya agak terlalu jauh atau di kotanya belum ada toko Elizabeth, lebih memilih belanja secara online. Namun demikian, mereka tetap berharap bisa kehadiran toko secara fisik," jelasnya di sela acara “Elizabeth Close to You” di toko Elizabeth Surabaya, Jumat (20/12/2019).

Diakui Dewi, pihaknya memang tetap mengikuti tren digital dengan memperkuat penjualan online untuk sejumlah produknya, baik dengan menggandeng beberapa perusahaan e-commerce di Tanah Air, maupun melalui website. Namun beberapa konsumen juga tetap menginginkan kehadiran toko offline.

"Saat ini bisa dikatakan komposisi penjualan online kita sekitar 50 persen dan trennya terus meningkat. Namun kita tak bisa mengesampingkan mereka yang menginginkan toko offline," ulas Dewi.

Dari 90 toko yang sudah dikelola tersebut, selain berada di kota-kota besar, seperti Bandung, Jakarta, Medan, Manado, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, juga hampir merata di kota-kota di Jawa Timur, seperti Pamekasan, Gresik, Sidoarjo, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Kediri, Madiun, Pasuruan, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi.

"Untuk tahun depan, kita masih melakukan survei kota dan lokasi. Namun harapan kami untuk Surabaya akan buka dua toko lagi, yakni di Surabaya barat dan Timur," ujar Dewi.

Ditambahkannya, eksistensi Elizabeth yang didirikan tahun 1963 dan terus berkembang hingga saat ini, selain menjaga kualitas produk dan harga yang terjangkau, juga terus mengikuti tren yang ada. Prinsipnya, adalah bahwa produk lokal tak kalah dari sisi kualitas dan desain dengan produk luar negeri.

"Dan dari sisi manajemen, sejak awal didirikan oleh owner kita Bu Elizabeth dan Pak Handoko adalah kita memegang konsep kekeluargaan dengan para karyawan, baik yang ada di pabrik maupun toko," ungkap Dewi.

Sementara itu terkait gelaran acara “Elizabeth Close to You”, Dewi menyebut acara tersebut sebagai ajang untuk mendekatkan diri dengan konsumen, media, komunitas dan influencer dengan menampilkan produk dan koleksi terbaru Elizabeth.

Di Surabaya, pihaknya menghadirkan Putri Pariwisata Jawa Timur 2019, Yasmin Oktavia dengan mengambil tema “Indonesia as Fashion Tourism”.

"Acara ini juga sebagai sarana memperkenalkan Elizabeth ke generasi milenial bahwa Elizabeth yang melegenda ini masih cocok digunakan di berbagai lintas generasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yasmin Oktavia menuturkan, bahwa selain keindahan alam, seperti laut, gunung, dan sebagainya, fashion juga telah menjadi bagian dari industri pariwisata khususnya industri kreatif.

"Perkembangan fashion tourism di Indonesia cukup pesat. Ini juga karena dukungan pemerintah terhadap industri kreatif nasional. Selama ini orang kita sebagian masih impor minded, padahal produk lokal kita banyak yang berkualitas, desain menarik, unik dan harganya terjangkau. Contohnya tas dengan corak batik produksi Elizabeth yang sekarang lagi ngetren," ulas Yasmin. kbc7

Bagikan artikel ini: