Samsung siap perluas dompet digital ke lebih banyak negara

Sabtu, 21 Desember 2019 | 18:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak dirilis pada 2015, layanan dompet digital Samsung Pay kini sudah tersedia di 26 negara. Perusahaan ini pun siap memperluas kehadiran layanan ini ke lebih banyak negara.

Seperti dilansir GSM Arena, Kamis (18/12/2019), Samsung menyatakan bakal memperluas layanan pembayaran mobile dan dompet digital miliknya itu pada 2020. Namun, perusahaan tidak merinci negara-negara yang akan menjadi pasar baru.

Untuk tahun ini, Indonesia dilaporkan satu-satunya pasar baru yang disambangi Samsung Pay . Samsung juga mengungkapkan, akan meningkatkan pengalaman pengguna di pasar-pasar yang telah ada. Hal ini termasuk menghadirkan fitur-fitur baru, dan berkolaborasi dengan para mitra lokal.

Samsung Pay merupakan layanan dompet digital populer di Korea Selatan (Korsel). Jumlah pengguna aktif Samsung Pay di negara tersebut telah mencapai 14 juta.

Belum lama ini, Samsung Pay berkolaborasi dengan DANA dan Gopay. Peluncuran Samsung Pay ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Samsung, bersama DANA dan Gopay. Kehadiran Samsung Pay di Indonesia tidak lepas dari pertumbuhan pengguna uang elektronik di Indonesia.

"Kita memasuki era booming pembayaran digital untuk beragam kebutuhan, seperti e-commerce, transportasi, dan lain-lain. Karenanya, kami merilis Samsung Pay berbasis QR Code pertama di Indonesia, yang dihadirkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tutur IT & Mobile Business Vice President SEIN Bernard Ang, saat peluncuran Samsung Pay di Jakarta.

Kehadiran Samsung Pay, menurut Bernard, menawarkan kemudahan bagi para pengguna Samsung untuk bertransaksi digital. Terlebih, aplikasi ini tidak terbatas untuk perangkat premium Samsung.

"Layanan ini tidak terbatas untuk seri flagship Samsung, tapi juga seluruh model yang sudah mendapatkan pembaruan Android 9 Pie. Dengan kehadiran ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh pengguna merasakan pengalaman yang mudah dalam mengakses dompet digital," ujar Bernard. kbc10

Bagikan artikel ini: