Dana desa belum perbaiki ketimpangan ekonomi dengan masyarakat kota

Minggu, 22 Desember 2019 | 19:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Alokasi Dana Desa yang digelontorkan pemerintah sejak tahun 2015 terus meningkat tiap tahunnya. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, pemerintah mengalokasikan Rp 70 triliun, meningkat signifikan dibandingkan pertama kali digulirkan di tahun 2015 sebesar Rp 20,67 triliun.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Mirah Midadan menilai  Dana Desa yang telah digelontorkan pemerintah belum memperbaiki tingkat ketimpangan ekonomi dan kemiskinan antara masyarakat kota dan desa. Hal ini ditandai dari catatan Badan Pusat Statisik (BPS), dari pertumbuhan jumlah penduduk miskin di perdesaan selama empat tahun terakhir yang menurun rerata sebesar 2,7% per tahun.

“Dibandingkan dengan sebelum adanya Dana Desa, pemerintah justru mampu menurunkan jumlah penduduk miskin di perdesaan rerata 3,1% per tahun,” ujar Mirah dalam diskusi Catatan Akhir Tahun : Mewaspadai Resesi Ekonomi Global ,baru baru ini.

Sementara dari catatan pemerintah menyebutkan alokasi penyaluran Dana Desa meningkat dari hanya Rp 20,67 triliun untuk 74.093 desa pada tahun 2015 menjadi Rp 70 triliun untuk 74.954 desa pada tahun 2019. "Dana desa tidak begitu membantu menyejahterahkan petani di pedesaan," kata Mirah

Mirah juga menilai Dana Desa belum berhasil mengurangi ketimpangan masyarakat desa. Kenyataan itu ditunjukkan dengan penurunan tipis Gini Ratio dari 0,23 sebelum adanya dana desa menjadi 0,22 setelah adanya dana desa. Kemudian, rata-rata upah buruh petani juga turun dari Rp 39.618 per hari pada Desember 2013 menjadi Rp 38.278 pada Agustus 2019.

"Meskipun pendapatan per kapita penduduk desa meningkat, kebanyakan untuk pembangunan infrastruktur. Pendapatan per kapita naik karena proyek padat karya," terangnya.

Faktanya, selama ini Dana Desa banyak digunakan untuk membangun infrastruktur , seperti proyek padat karya dibandingkan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Alasannya pertanggungjawabannya lebih mudah untuk dilengkapi . Memang pendapatan masyarakat dari proyek padat karya mengalami  kenaikan, namun hanya bersifat sementara.

Menurutnya program Dana Desa dapat diarahkan untuk membuat aktivitas yang mampu melahirkan entrepreneurs baru di desa . Dengan begitu dapat menumbuhkan jejaring bisnis bisnis baru yang lahir dari desa dengan keunikan karakteristik kawasan perdesaan.“Semestinya Dana Desa juga diarahkan untuk meningkatkan ketrampilan dan keahilhan masyarakat serta menghasilkan produk unggulan pedesaan,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: