Bisnis kedai kopi mengepul, Toffin Indonesia bidik penjualan tumbuh 30% di tahun depan

Senin, 23 Desember 2019 | 09:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Toffin Indonesia, perusahaan penyedia solusi bisnis industri hotel, restoran, dan kafe (horeka) menargetkan penjualan produk dan jasanya tumbuh lebih dari 30% pada 2020 mendatang.

Head of Marketing Toffin Indonesia, Ario Fajar menjelaskan, tren penjualan sepanjang tahun 2019 cukup memuaskan. Pihaknya meraup peningkatan double digit atau setara 20% sampai 30% dibandingkan penjualan tahun lalu.

"Konsumsi dan bisnis kopi sangat populer tahun ini, pemain baru banyak bermunculan, sehingga mengerek kinerja Toffin. Pemesanan mesin kopi dan ingredients bagus," ungkapnya pada peluncuran riset 2020 Brewing in Indonesia: Insights for Successful Coffee Shop Business, di Jakarta, baru-baru ini.

Diakuinya, pihaknya masih menjadi pemimpin dalam industri suplai kopi di Indonesia. Hal ini terlihat dari pihak-pihak yang menjadi mitranya, yakni Kopi Kenangan, Janji Jiwa, hingga Starbucks.

Toffin Indonesia telah menyuplai kopi dan kebutuhan bahan baku lainnya, seperti gula aren, cookies and cream, matcha, hingga pengadaan mesin kopi untuk kedai kopi populer tersebut.

Selain memprediksi pertumbuhan bisa melewati 30%, Toffin juga berencana untuk lebih banyak menggarap proyek kedai kopi di wilayah second dan third tier pada 2020. "Kami akan lebih gencar menawarkan paket bisnis untuk daerah-daerah satelit di luar daerah Jabodetabek. Kami lihat kawasan tersebut juga akan tumbuh pesat," tambah Ario.

DiIa mengatakan, memulai bisnis kopi berbeda bila dibandingkan dengan 5 sampai 7 tahun lalu dimana investasibya masih dianggap besar dan beresiko. Saat ini, dengan modal Rp20juta, siapapun bisa mendirikan kedai kopi.

Saat ini mitra Toffin sudah berjumlah 16 dan memiliki lebih dari 7.000 cabang di Indonesia. Pihaknya berharap, angka tersebut juga akan bertumbuh tahun depan.

"Tahun ini nilai industri kedai kopi dari pemain populer sudah mencapai Rp 4,8 triliun. Ada kemungkinan angka riilnya bisa dua kali lipat jika melibatkan pemain kecil dan menengah. Dengan perkiraan tren bisnis meningkat, maka tidak tertutup kemungkinan tahun 2020 industri ini bisa menuai lebih dari Rp8 triliun," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: