Puncak arus balik Nataru diprediksi pada 30 Desember - 1 Januari

Kamis, 26 Desember 2019 | 22:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Puncak arus balik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) ke Jakarta diprediksi terjadi pada 30 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020. Para pemudik atau yang sedang berlibur ke luar kota pun diimbau untuk menghindari ketiga hari tersebut agar tak terjadi kepadatan lalu lintas.

Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai ramah tamah Natal di kediaman Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).

"Memang arus balik mungkin terjadi pada 30-31 (Desember 2019) atau tanggal 1 (Januari 2020) bahkan. Karena setelah itu masuk kerja atau masuk sekolah. (Kemenhub) justru mengimbau kepada para pemudik jangan pulang saat itu," katanya.

Budi Karya pun menyarankan, jika ingin kembali ke Jakarta, berangkat sebelum 30 Desember 2019 atau sesudah 1 Januari 2020. Karena ia memprediksi saat pemudik melaju ke ibu kota pada tiga hari puncak akhir tahun, maka akan terjadi kepadatan pada Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Kalo bisa tanggal 30, atau setelah tgl 1, karena mudik itu akan terjadi kepadatan di Tol Cipali," ucapnya.

Kemudian bagi pemudik yang menggunakan angkutan umum seperti bus, Budi menyarankan untuk memilih kendaraan yang baik dan laik jalan.

Bagi pengendara yang akan melalui Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Budi mengimbau untuk memeriksa kendaraan apakah dalam keadaan fit, dan bahan bakar harus keadaan cukup.

Dia juga menyarankan, untuk membawa perbekalan seperti halnya makanan serta minuman, agar tidak kelaparan, saat lalui Tol Layang Japek karena memang tidak ada rest area di sepanjang 36 kilometer jalan tersebut.

"Bensinnya cukup, sudah makan. Jangan di tengah-tengah tiba-tiba mesti cari makan," tutur Budi.

Menhub juga mengucapkan selamat Natal dan berpesan kepada pemudik atau yang menikmati masa liburan akhir tahun agar tetap aman. kbc10

Bagikan artikel ini: