Perkuat produk komersial, Petrokimia Gresik resmikan dermaga baru

Jum'at, 27 Desember 2019 | 23:14 WIB ET

GRESIK - PT Petrokimia Gresik baru saja meresmikan pembangunan Dermaga C dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar dan kapasitas bongkar-muat 1,5 juta ton per tahun di Gresik, Jawa Timur, Jumat (27/12). 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan bahwa dermaga ini dibangun untuk mendukung aktivitas bongkar-muat, utamanya produk gypsum dari PT Petro Jordan Abadi (PJA) dan Pabrik Asam Fosfat II Petrokimia Gresik yang telah berproduksi pada kapasitas maksimalnya. 

Proyek ini menggandeng PT Adhi Karya selaku kontraktor dan mulai dikerjakan pada tanggal 16 Desember 2017 hingga 9 Desember 2019 atau 720 hari kalender. Dermaga C dibangun dengan dimensi 432 meter x 27 meter.

"Proyek berjalan dengan baik dan mengedepankan faktor biaya, kualitas, hingga waktu. Dan Alhamdulillah proyek bisa selesai pada tanggal 5 November 2019 atau 34 hari lebih cepat dari rencana awal," ujar Rahmad.

Rahmad menambahkan bahwa Dermaga C merupakan proyek pengembangan yang telah ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) perusahaan, yaitu sebagai salah satu jawaban Petrokimia Gresik atas tantangan di masa mendatang. Terutama untuk mengatasi kepadatan bongkar muat sekaligus mengurangi waktu tunggu sandar kapal (dwelling time) di pelabuhan utama Petrokimia Gresik

Keberadaan dermaga ini merupakan langkah strategis demi keberlangsungan bisnis Petrokimia Gresik dalam menyediakan dan mendistribusikan produk, baik pupuk maupun non-pupuk, untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, dan sebagai penyedia solusi bagi sektor agroindustri, ujar Rahmad.

Peranan Dermaga C menjadi semakin vital lantaran dalam program Transformasi Bisnis, penjualan ekspor menjadi salah satu prioritas kinerja perusahaan. Sehingga Dermaga C adalah wujud komitmen perusahaan menyongsong target sebagai market leader dan dominant player untuk mendukung sektor agroindustri.

Dengan beroperasinya dermaga ini, maka Petrokimia Gresik total memiliki empat dermaga yang seluruhnya berada di Gresik, yaitu pelabuhan utama atau Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dermaga batu bara, construction jetty, dan Dermaga C, dengan total kapasitas bongkar-muat mencapai 9 juta ton per tahun. 

“Pengembangan pelabuhan ini sangat penting, mengingat kapasitas produksi Petrokimia Gresik terus meningkat, dimana saat ini telah mencapai 8,9 juta ton per tahun, dan masih akan terus bertambah pada tahun mendatang,” tutup Rahmad.

Bagikan artikel ini: