Fasilitasi penjualan pangan murah, omzet Toko Tani Indonesia 2019 capai Rp115,3 miliar

Rabu, 1 Januari 2020 | 19:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak lima tahun terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memfasilitasi pembangunan 5.051 Toko Tani Indonesia (TTI) di seluruh Indonesia. Kendati lebih difungsikan guna mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, omzet dari kegiatan usaha  TTI mencapai Rp 115,3 miliar.

“Sementara, sebesar Rp 67,8 miliar merupakan omzet di Toko Tan Indonesiail Center (TTI C) seperti di Jakarta ini,”ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Risfaheri di Jakarta, kemarin.

Selain itu, guna meningkatkan penjualan, sambung Rifaheri  Kementan juga memanfaatkan E-Commerce TTI C. Dengan dukungan  infrastruktur ini, omzet yang diraih mencapai Rp 47,5 miliar. ”Tahun ini kita juga mencoba bekerjasama dengan market-place  untuk operasionalisasi TTI C lebih efisien,” kata Risfaheri.

Risfaheri mengatakan kini TTI C sudah berada di 32 provinsi yang diposisikan sebagai hub sarana bagi vendor untuk memasok produk pangan strategis bagi sejumlah kabupaten disekitarnya. Intervensi BKP Kementan berupa sejumlah bantuan berupa fasilitasi dan Gerakan Pangan Murah, promosi dan subsidi transportasi.

Guna menjamin keberlangsungan pasokan pangan, BKP Kementan telah menjalin kemitraan dengan 1.899 gabungan kelompok tani di seluruh Indonesia. Bentuk intervensi yang dilakukan berupa bantuan alat dan operasional .

Pihaknya tetap memberikan insentif keuntungan usaha Rp 300 per kilogram (KG) kepada vendor yang menjajakan produk pangannya di TTIC. “Namun , konsumen tetap harus menerima produknya di bawah harga pasar,”pungkas dia seraya menambahkan kehadiran TTI dan TTIC berhasil menyediakan pasokan pangan dengan harga terjangkau

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan sepanjang tahun 2019 kondisi pasokan dan harga pangan terpantau aman dan stabil. Hal ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah mengingat pangan menjadi kebutuhan mendasar bagi tiap orang.

"Sampai hari  ini tidak ada gejolak pasokan dan harga. Secara umum pasokan lancar di seluruh Indonesia," ujar Agung.

Stabilnya pasokan dan harga pangan menurut Agung, tidak terlepas dari pengendalian yang dilakukan dengan berbagai cara dan  bekerjasama denga Kementerian Perdagangan,  BULOG dan Satgas Pangan. Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono  mengatakan upaya menjaga stok dan pengendalian harga menjadi salah satu prioritas yang akan dilakukan.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo, kami akan terus melakukan pemantauan ketersediaan dan harga pangan, minimal sampai 3 bulan ke depan," ujar Momon.

Ketersediaan pangan pokok strategis seperti beras, jagung, bawang daging, telur, gula, dan minyak goreng mengalami surplus. Stok beras akhir November 2019 sebesar 4,7 juta ton sangat mencukupi bahkan hingga Maret 2020 mendatang.

Berdasarkan pantauan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta sebagai barometer perdagangan beras nasional juga menunjukkan kondisi yang aman dan stabil. Per akhir November 2019, stok beras di PIBC mencapai 50.282 ton atau 59,66 persen di atas stok normal akhir bulan sebesar 30.000 ton. Kondisi stok tersebut jauh lebih tinggi sekitar 10,08 persen dibanding stok tahun 2018 pada periode yang sama, yaitu sebesar 53.705 ton.

Selain itu, stok bulan November 2019 untuk beberapa komoditas lainnya juga aman seperti jagung 1,046 ribu ton.Sementara gula pasir sebanyak 976 ribu ton,  daging kerbau 44,481 ribu ton, minyak goreng 3,9 ribu kiloliter.

Data BPS menunjukkan harga beras rata-rata bulanan periode Januari-Desember 2019 mengalami penurunan sekitar 0,07 persen per bulan, dari Rp 11.656/kg pada bulan Januari menjadi Rp 11.564/kg pada bulan Desember. 

Kondisi harga beras Januari-Desember 2019 dibandingkan tahun 2018 pada periode yang sama juga menunjukkan harga lebih stabil yang ditunjukkan dengan angka koefisien variasi (cv) yang lebih rendah, yaitu sebesar 0,99%, sedangkan tahun 2018 sebesar 2,640%. Begitu juga harga rata-rata beras tahun 2019 sebesar Rp 11.562/kg, lebih rendah dibanding tahun 2018 sebesar Rp 11.597/kg.kbc11

Bagikan artikel ini: