Jokowi ingin praktik goreng-goreng saham dihilangkan dari pasar modal Indonesia

Jum'at, 3 Januari 2020 | 15:30 WIB ET

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah ingin membangun sebuah kepercayaan (trust) untuk bursa dan pasar modal di Indonesia. Karena itu, ia berharap praktek goreng-gorengan saham atau manipulasi nilai saham harus dihilangkan.

“Tadi sudah saya sampaikan juga ke Pak Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ke Pak Dirut BEI (Bursa Efek Indonesia), semuanya. Kita mempunyai semangat yang sama untuk membangun sebuah kepercayaan, membangun trust bagi Bursa Efek Indonesia,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai membuka Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020, di Main Hall, Tower 1 Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) pagi.

Sebelumnya saat memberikan sambutan pada perdagangan saham 2020 itu, Presiden Jokowi berpesan agar otoritas bursa,  OJK, dan BEI segera membersihkan bursa dari praktek-praktek jual beli saham yang tidak benar. “Jangan sampai ada lagi dari 100, digoreng- goreng jadi 1000, goreng-goreng jadi 4.000,” tegas Presiden.

Presiden berharap agar tahun 2020 dapat menjadi momentum bagi OJK dan BEI untuk mencanangkan tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator yang sering memanipulasi. “Kalau manipulator berarti sering memanipulasi, yang enggak bener dipoles-poles jadi benar, yang 100 tadi dipoles-poles jadi 4.000. Hati-hati, bersihkan dan hentikan ini,” pesan Presiden Jokowi.

Mengutip Ketua OJK, Presiden menyampaikan, dari survei Bloomberg Indonesia berada di peringkat pertama di antara negara-negara emerging markets yang lain. “Ini patut disyukuri, tapi kepercayaan seperti itu jangan hilang gara-gara tadi, ada manipulator yang hanya mengambil untung untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Menurut Presiden, bangsa Indonesia patut bersyukur karena negara ini tercatat dan diakui dunia sebagai The Most Prefferred Emerging Markets di tahun 2020 mengalahkan Tiongkok,  India, Brazil, dan negara-negara yang pertumbuhannya diakui dunia. kbc9

Bagikan artikel ini: