Cuaca ekstrem meningkat tak bikin premi asuransi kerugian melesat

Senin, 6 Januari 2020 | 09:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Premi asuransi kerugian dinilai tidak akan mengalami kenaikan, meski potensi risiko akibat cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia meningkat.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo (Persero) Sahata Lumban Tobing mengatakan, premi asuransi kerugian, khususnya kendaraan bermotor dan properti tidak akan mengalami peningkatan dalam waktu dekat.

Namun demikian, dia membenarkan terdapat peningkatan risiko dari cuaca buruk yang berpotensi berubah menjadi bencana. Namun, hal tersebut masih relatif terproteksi oleh besaran premi saat ini.

"Kelihatannya belum akan ada kenaikan premi karena sifat kerugiannya (akibat cuaca ekstrem) belum terkalkulasi dan kenaikan premi perlu kesepakatan industri," ujar Sahata, Minggu (5/1/2020).

Dia menjelaskan bahwa besaran premi asuransi kendaraan bermotor diatur dalam Klausula KBM 12 dan asuransi properti diatur dalam klausula 4.3. Industri asuransi akan menetapkan besaran premi sesuai klausula tersebut.

Perubahan besaran premi sendiri akan mempertimbangkan perubahan risiko yang perlu diproteksi. Perubahan standar tersebut akan dibahas oleh industri asuransi dan kemudian ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Industri asuransi kerugian dinilai perlu mengantisipasi risiko dari musim penghujan yang masih berlangsung, termasuk potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga Maret 2020.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menilai bahwa bencana banjir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) beberapa waktu lalu berpotensi meningkatkan klaim asuransi umum.

Dia menjelaskan bahwa klaim lini kendaraan dan properti akan meningkat, khususnya bagi polis yang diperluas dengan risiko banjir. Selain itu, nasabah pun akan mengajukan klaim kerugian akibat banjir yang merupakan bencana alam.

Meskipun bencana yang melanda cukup besar, menurut Dody, hal tersebut tidak akan secara signifikan memengaruhi manajemen risiko industri asuransi umum. Saat ini, manajemen risiko dari industri relatif masih terkontrol.

"Memang potensi klaim akibat risiko banjir diprediksi akan naik, tapi pasti ada back up reasuransi untuk risiko katastropik," ujar Dody. kbc10

Bagikan artikel ini: