Bunga semakin murah, Pegadaian bidik pembiayaan tumbuh 17%

Kamis, 9 Januari 2020 | 10:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pegadaian (Persero) optimistis kinerja pembiayaan perusahaan masih tumbuh positif atau minimal 17 persen di tahun ini. Pada 2019 lalu, dengan target 15 persen, pembiayaan pegadaian bisa tumbuh 23 persen dengan nilai Rp 140 triliun.

"Insya Allah tahun ini naik jadi 17 persen," kata Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto, di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Saat ini bisnis gadai masih jadi penyumbang terbesar pendapatan Pegadaian. Persentasenya mencapai 75 persen. Selebihnya berasal dari produk lain yakni Arrum Hajj dan Rahn Tasjily atau gadai tanah.

Saat ini Pegadaian tengah mengurangi margin agar mendapatkan nasabah yang lebih banyak. Sehingga memudahkan nasabah mendapatkan pembiayaan dengan suku bunga lebih murah.

"Jadi banyak produk kita yang berbunga murah, kalau zaman dulu bunganya tinggi," kata Kuswiyoto.

Penentuan bunga pinjaman akan disesuaikan dengan risiko. Semakin kecil risiko, maka bunga akan semakin rendah. Begitu juga sebaliknya.

"Tetapi labanya tetap double digit kisaran 10 persen sampai 11 persen yoy. Margin kita cukup berkurang karena tidak menaikkan suku bunga pinjaman," tandasnya.

Saat ini Pegadaian memiliki 9.623 agen dan 4.148 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada 1.804 tenaga pemasaran yang menawarkan produk kepada nasabah.

Nasabah Pegadaian per November 2019 tercatat 13,4 juta dengan nilai aset mencapai Rp 61,6 triliun. Nilai pembiayaan outstanding sebesar Rp 49 triliun dengan laba Rp 2,9 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: