PNBP sektor energi nyaris tembus target APBN 2019

Kamis, 9 Januari 2020 | 18:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi sepanjang tahun 2019 mencapai Rp 172,9 triliun. Jumlah tersebut nyaris menembus target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp 214,3 triliun.

Realisasi PNBP sektor energi tersebut bahkan merosot  20% dibanding 2018 lalu yang bisa mencapai Rp 217 triliun. Salah satu penyebab turunnya setoran PNBP tahun ini adalah anjlok dan melesetnya capaian di sektor migas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Arifin Tasrif mengatakan penurunan ini dikarenakan asumsi makro yang meleset. "Asumsi ICP US$70 per barel, realisasi hanya capai US$ 62,3. Asumsi kurs tadinya Rp 15.000, dan realisasi Rp 14.102," ujar Arifin di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Meski begitu, realisasi kontribusi terbesar PNBP terbesar masih berasal dari sektor hulu migas yakni sebesar Rp 115,1 triliun dan hilir migas mencapai Rp 1,1 triliun. Namun penerimaan PNBP dari sektor hulu tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 142, 8 triliun

Untuk tahun 2020, pemerintah  menargetkan PNBP akan mencapai Rp 181,7 triliun. Dengan rincian Rp 127,3 triliun dari Migas, Rp 44,4 dari Miberba, dan Rp 1,2 triliun dari energi baru terbarukan. "Sesuai dengan APBN kita taegetkan Rp 181,7 triliun," tegasnya.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto menerangkan selain soal asumsi makro yang meleset turunnya PNBP juga terjadi karena merosotnya produksi di blok-blok andalan. Ada beberapa problem, contohnya di Blok Mahakam ada minus 15.000 barel yang terjadi karena adanya penurunan yang tinggi. Hasil ada pengeboran beberapa kali yang tidak sukses, ini penyebab minus lifting paling besar," jelas Dwi.

Sementara itu, capaian berbeda ditorehkan sektor Minerba yang justru melebihi target. Selama 2019, PNBP Minerba mencapai Rp 44,8 triliun. Lewati target Rp 43,3 triliun, meskipun masih lebih kecil dibanding capaian tahun 2018 yang bisa tembus Rp 49 triliun.

Peningkatan capaian ini disebabkan produksi batu bara dalam negeri yang mengalami peningkatan jauh melampaui target, yakni 610 juta ton sementara targetnya hanya 489 juta ton.Dari sisi Investasi, pemerintah pada tahun lalu juga mampu mencatatkan realisasi investasi sebesar US$31,9 miliar.

Capaian tersebut di bawah target APBN sebesar US$ 33,4 miliar. Adapun sektor migas menyumbang investasi sebesar US$12,5 miliar.Sementara sektor minerba menyumbang investasi sebesar US$5,9 miliar, dan sektor ketenagalistrikan dan EBTKE menyumbang US$ 13,5 miliar.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menerangkan realisasi yang lebih besar tahun 2019 disebabkan peningkatan produksi di bawah pengawasan dari provinsi. Dengan capaian di 2019, ESDM pun optimistis menaikkan target produksi batu bara di 2020 jadi 550 juta ton.

"Tentunya dengan lakukan pengawasan, tadi dengan mengintegrasikan pengawasan melalui MOMS (Minerba Online Monitoring System), karena RKAP akan tercatat di MOMS, sehingga perusahaan akan jual ekspor lebih RKAP akan terpotong," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: