Ovo klaim raup 1 miliar transaksi di tahun lalu
JAKARTA, kabarbisnis.com: Ovo mengklaim sukses membukukan 1 miliar transaksi sepanjang tahun 2019. Alasannya, dalam sehari, platform pembayaran dan keuangan digital ini melayani hingga 4 juta transaksi. Angka itu naik 70% dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Ovo, Karaniya Dhamasaputra mengatakan, peningkatan performa Ovo juga bisa dilihat dari beberapa parameter. Misalnya, dari sisi TPV (Transacsion Purchase Value), SVF (Stored Value Facilities), MOU (Monthly Active User).
Walaupun mengklaim naik, Karaniya enggan untuk menyebut angka pasti kenaikkan tersebut. "Tiga parameter penting itu semua number of transaction, angkanya naik luar biasa. Revenue kita pun juga naik," ungkapnya di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Seiring hal tersebut, Karaniya mengungkapkan, modal promosi perusahaan mengalami penurunan. Jika banyak orang menyebut bahwa perusahaan serupa sering 'bakar uang', justru menurut dia, itu adalah langkah untuk mengedukasi masyarakat dalam penggunaan transaksi digital.
"Bakar duit itu kan seolah buang duit percuma. Tapi kan ini tidak. Artinya, biaya edukasi kita berhasil," tandasnya.
Ovo hingga saat ini memiliki sekitar 80 juta pengguna. Di mana 12 juta di antaranya merupakan pengguna aktif setiap bulannya. Di tahun 2019, perusahaan juga mencatatkan peningkatan jumlah nilai transaksi sebesar 55%. kbc10
FIFA Girang Jumlah Penonton Piala Dunia U-17 di Indonesia Lampaui Target
Perbankan Mulai Siapkan Uang Tunai Sambut Libur Nataru
Konsolidasi dan Transformasi Jadi Kunci Keberhasilan BPR dan BPRS Dalam Hadapi Tantangan
Youtuber dan Tiktoker Dinilai Bikin RI Rugi, Ini Alasannya?
BPKÂ Temukan Potensi Kerugian Negara Rp18,9 Triliun di Semester I-2023