Industri sepatu bidik ekspor US$5,1 miliar di tahun ini

Senin, 13 Januari 2020 | 08:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pelaku industri persepatuan di Tanah AIr berharap kondisi pasar ekspor tahun ini akan kembali bangkit. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan ekspor produk sepatu mencapai US$ 5,1 miliar pada 2020 ini.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, target itu bisa dicapai asalkan kinerja industri bisa membaik di tahun 2020. Ia mengaku kinerja industri persepatuan 2019 terbilang menurun dibanding tahun 2018. Tahun 2018 ekspor mencapai US$ 5,1 miliar.

"Kinerja jika diukur dari angka ekspor, tahun lalu kita turun sekitar 12% dibanding tahun 2018," kata Firman, Minggu (12/1/2020).

Penurunan kinerja itu karena beberapa hal. Pertama, daya saing yang dipengaruhi oleh beban upah minimum termasuk upah minimum sektoral kabupaten (UMSK).

Kedua, pesaing utama Vietnam telah menyelesaikan kerjasama ekonomi dengan Uni Eropa. Seperti diketahui pasar terbesar produk persepatuan adalah Uni Eropa. Selain itu, adanya masa transisi beberapa perusahaan yang melakukan relokasi pabrik.

"Kita harap di 2020 ini masa transisi itu bisa selesai dilakukan. Industri di daerah baru sudah mulai produksi, kapasitasnya ditingkatkan sehingga ekspor tumbuh," ujar Firman.

Lebih lanjut, Firman mengatakan, belum ada lagi perusahaan persepatuan yang berencana merelokasi pabriknya pasca naiknya upah minimum provinsi (UMP) 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: