BCA kepincut gandeng WeChat Pay dan Alipay

Selasa, 14 Januari 2020 | 09:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berminat untuk melakukan kerja sama dengan WeChat Pay, menyusul telah direstuinya operasional dompet elektronik asal China tersebut oleh Bank Indonesia (BI) per 1 Januari 2020.

Asal tahu saja, saat ini WeChat Pay telah menggandeng satu kelompok bank BUKU IV yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai acquirer transaksi.

Waktu kehadiran WeChat Pay di Tanah Air pun terbilang tepat, pasalnya Indonesia telah mengimplementasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Artinya, WeChat Pay sudah diperkenankan untuk bertransaksi di merchant-merchant yang bertanda QRIS.

Ketertarikan BCA untuk menggandeng WeChat Pay diakui Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Bahkan dia mengatakan selain WeChat Pay, perseroan kini juga tengah menjajaki kerjasama dengan pesaingnya asal China yakni Alipay.

"Dua-duanya kami proses, tinggal bagaimana mereka. Kalau WeChat kelihatannya sudah boleh QRIS. Alipay ya belum bisa QRIS, dan itu memang sudah ketentuan internal (BCA)," katanya di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut, bank swasta terbesar Indonesia ini juga mengetahui bahwa WeChat Pay telah menggandeng CIMB Niaga. Langkah itu, justru baik bagi perseroan lantaran perusahaan asal China artinya sudah mengetahui proses dan cara kerja sistem pembayaran di Tanah Air.

"Mereka sudah tahu dan tidak ada halangan. Tinggal cari IT company, lalu kita bisa kerjasama juga," sambung Jahja.

Dia pun memperkirakan penjajakan proses kerjasama tersebut akan dapat terealisasi di tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: