Bea Cukai bakal pelototi perusahaan jasa titip

Rabu, 15 Januari 2020 | 08:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Bea cukai (DJBC) bakal bakal melakukan pengawasan terhadap perusahaan jasa titip nakal yang berpotensi ingin menghindari ketentuan impor terkait barang kiriman. 

Sepei diketahui, pemerintah telah menetapkan ketentuan impor terkait barang kiriman yang akan berlaku mulai 30 Januari 2020 mendatang. Ketentuan tersebut menyesuaikan nilai pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari sebelumnya US$ 75 menjadi US$ 3 per kiriman.

Salah satunya yang dilakukan DJBC adalah menerapkan pelayanan aplikasi dengan sistem komputerisasi. ”Sistem ini secara otomatis akan bisa membedakan mana barang yang di atas US$3 dan mana yang di bawah US$ 3,” ujar Kasubdit Komunikasi dan Publikasi DJBC, Deni Surjantoro, Selasa (14/1/2020). 

Sistem tersebut akan diakses oleh petugas bea cukai yang berada di lapangan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Kedua, Bea Cukai juga dilengkapi dengan database harga barang. Dengan database tersebut petugas bea cukai bisa menetapkan bea masuk sesuai dengan harga yang sebenarnya. 

Selain itu, penetapan tersebut diambil dari nilai transaksi antara pembeli dan penjual, dan dibuktikan dengan invoice dan faktur.

Deni berharap kebijakan ini bisa melindungi industri dalam negeri terutama industri kecil dan menengah. Selain itu, pemerintah juga berharap terjadinya kesetaraan produk lokal dan produk luar negeri.

“Jangan sampai produk lokal diberikan pajak sedangkan produk luar negeri diberikan kelowongan,” ujar Deni Surjantoro. kbc10

Bagikan artikel ini: