Ada tambahan pasokan, okupansi mal di Jakarta diprediksi stabil

Rabu, 15 Januari 2020 | 08:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski bakal ada tambahan pasokan dengan beroperasinya sejumlah mal baru di Jakarta pada tahun ini, namun tingkat keterisian alias okupansi pusat perbelanjaan diprediksi relatif stabil yaitu di kisaran 80 persen.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, pada tahun ini kondisi pasar ritel sebenarnya diprediksi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Sejak mengalami penurunan pada tahun lalu dengan rata-rata tingkat hunian di bawah 80 persen atau turun hampir 4 persen secara tahunan. Pada tahun ini, okupansi pusat perbelanjaan diproyeksi masih berada di kisaran 80 persen.

“Rata-rata tingkat hunian diperkirakan relatif stabil meski adanya tambahan pasokan besar karena beberapa ritel telah mendapatkan komitmen penyewa yang relatif tinggi,” ujar Ferry, Selasa (14/1/2020).

Pada tahun ini, Colliers International Indonesia mencatat akan ada tambahan sekitar 110.000 meter persegi ruang ritel baru dari empat pusat perbelanjaan yang seluruhnya berlokasi di Jakarta Selatan.

Adapun, salah satu mal yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini ialah District 8 Mall yang berlokasi di kawasan pusat bisnis Jakarta.

“Total pasok ruang ritel di CBD [central business district] mewakili 18 persen dari perkiraan pasokan kumulatif pada tahun ini,” ucapnya.

Selain District 8 Mall yang ditargetkan beroperasi pada 2020, pusat perbelanjaan lainnya yang diproyeksi bisa segera beroperasi antara lain adalah AEON Mall Tanjung Barat, Pondok Indah Mall 3, dan Senayan Park.

Sementara itu, mengenai harga sewa, Colliers International Indonesia memprediksi kinerja mal kelas atas yang sudah ada dan tambahan mal baru yang akan beroperasi, berpotensi menaikkan rata-rata harga sewa sekitar 4 persen sampai dengan 4,5 persen pada 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: