HIPMI ingatkan bonus demografi ibarat pisau bermata dua

Rabu, 15 Januari 2020 | 18:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H. Maming mengingatkan bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan terjadi di tahun 2030 -2040 harus dapat diantisipasi sebaik mungkin.Bonus demografi ini seperti pedang bermata dua, karena jika tidak siap justru akan menjadi bencana.

"Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepakbola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0. Hal tersebut bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap dibandingkan dengan kita,” ujar Mardani di hadapan lebih daru 1.000 pengusaha muda di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Pada kesempatan itu pula, Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Mardani sebagai Ketua Umum BPP HIPMI dan sejumlah pengurus struktural Hipmi periode 2019-2022 hasil Munas HIPMI XVI. Ini pertama dalam sejarah HIPMI, Presiden menghadiri pelantikan kepengurusan BPP HIPMI.

Karena itu, HIPMI menggagas program peningkatan kualitas SDM Indonesia khususnya pada generasi muda. HIPMI tidak akan memberikan sekadar teori. Mardani menekankan HIPMI akan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk praktek langsung mengelola bisnis.

"Program HIPMI Coffee Entrepreneur dengan Hipmi Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana Hipmi turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda. Program ini merupakan hasil kerjasama BPP Hipmi dengan produsen kopi yang langsung menjadi mentor di bidang itu. Kita pupuk mulai dari bangku kuliah,” lanjutnya. 

Selain HIPMI Coffee Entrepreneur, CEO dari Holding Company bernama PT. Maming 69 dan PT. Batulicin 69 yang saat ini membawahi sebanyak 55 entitas anak perusahaan ini menambahkan HIPMI juga akan terus menggencarkan program HIPMI Goes to Campus, HIPMI Goes to School, HIPMI Santripreneur serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota HIPMI.

Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.Program-program tersebut HIPMI gagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda kita. Mardani berharap pengusaha muda Indonesia kelak dapat berkembang menjadi pengusaha yang andal, professional dan memiliki daya saing. 

Di dunia usaha harus terus sinergi dengan pemerintah daerah. "Dengan begitu, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat,” tambahnya. 

Pengusaha muda yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan ini mengusulkan kepada pemerintah untuk berani merekrut generasi muda untuk menduduki bekerja dan mengemban tanggung jawab pada posisi strategis. Mardani menyebutkan sudah saatnya Indonesia mulai mengoptimalkan peran generasi milenial di berbagai bidang. 

“Sudah saatnya kita mengoptimalkan peran generasi milenial kita di berbagai bidang mulai dari pemerintahan, legislatif, bisnis, dan berbagai bidang lainnya. Jika sepakat  perlu adanya regenerasi, sekarang-lah waktunya untuk diwujudkan. Misalnya berilah kesempatan generasi muda kita untuk menduduki jabatan penting di BUMN yang jumlahnya mencapai 142 perusahaan. Pada saatnya nanti, mereka akan siap menghadapi persaingan di era bonus demografi,” tutupnya. 

Selain dihadiri Presiden, turut hadir pula para Menteri Kabinet Indonesia Maju, ASEAN Young Entrepreneur Council Head of Delegation, jajaran Mantan Ketua Umum BPP HIPMI, dan lebih dari 1000 pengusaha dari 34 provinsi Badan Pengurus Daerah Hipmi dan juga perwakilan Badan Pengurus Cabang HIPMI seluruh Indonesia.kbc11

Bagikan artikel ini: