Presiden minta Erick Thohir bagi-bagi proyek bagi pengusaha muda

Rabu, 15 Januari 2020 | 19:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi ruang bagi pengusaha muda untuk terlibat dalam pengerjaan proyek di sejumlah BUMN. Pasalnya, selama ini proyek pemerintah masih didominasi dikerjaan perusahaan BUMN bahkan anak dan cucu BUMN.  

"Saya sudah titip pada Pak Erick Thohir agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan di BUMN dikerjakan oleh BUMN sendiri," kata Jokowi saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia( BPP HIPMI ) 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Jokowi ingin ada kolaborasi kemitraan antara perusahaan pelat merah dan swasta. Dengan begitu, dia tak lagi mendapat banyak keluhan dari para pengusaha."Perlu saya sampaikan mengenai keluhan-keluhan yang sering disampaikan kepada saya dari HIPMI, sejak saya menjadi Presiden, yaitu berkaitan dengan kemitraan, baik itu kemitraan pengusaha-pengusaha muda dengan BUMN maupun dengan investor," ujar Jokowi.

Jokowi menyebutkan total proyek yang dipegang BUMN Rp 2.400 triliun, lebih besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 2.500 triliun. Menurut  Presiden angka tersebut memberikan efek ganda kepada perusahaan swasta, seperti meningkatkan size perusahaan."Angka itu bisa menumbuhkan yang muda naik kelas ke menangah, dari menengah (ke) besar, saya sudah titip, tanyakan ke Pak Erick Thohir," tukas Presiden.

 Jokowi mengatakan, dari nilai proyek Rp 2.400 triliun ada peluang untuk menumbuhkan jumlah dan menaikkan kelas pengusaha, dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah. Demikian juga, dari pengusaha menengah menjadi pengusaha besar.

"Saya sudah titip. Tanyakan nanti kepada Pak Erick Thohir, apakah titipan itu. Sudah saya berikan. Perintahnya sudah saya berikan atau belum. Kalau ingin konfirmasi silakan ditanyakan langsung. Ada Rp 2.400 triliun,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan keterlibatan swasta sangat diperlukan dalam pengerjaan proyek-proyek BUMN. Ditambah lagi, lanjutnya, mantan Ketum Umum BPP Hipmi saat ini telah menjadi Kepala BKPM, yang memegang portofolio investasi sekitar Rp 800 triliun hingga Rp 900 triliun.

"Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada dikerjakan oleh anak perusahaan BUMN, cucu BUMN. Tapi dikerjakan oleh swasta, terutama dari pengusaha yang terhimpun dalam Hipmi. Berikan peluang kepada mereka," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: