Desember 2019, neraca dagang RI masih defisit US$ 28 juta

Rabu, 15 Januari 2020 | 19:14 WIB ET

JAKARTA - Nilai neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2019 mengalami defisit US$28,2 juta yang disebabkan oleh defisit sektor migas US$971,3 juta.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis, Rabu (15/1/2020), nilai ekspor Indonesia Desember 2019 mencapai US$14,47 miliar atau meningkat 3,77 persen dibanding ekspor November 2019. Demikian juga jika dibanding Desember 2018 naik 1,28 persen. Nilai impor Indonesia Desember 2019 mencapai US$14,50 miliar atau turun 5,47 persen dibanding November 2019, demikian juga apabila dibandingkan Desember 2018 turun 5,62 persen.

Ekspor nonmigas Desember 2019 mencapai US$13,31 miliar, naik 3,10 persen dibanding November 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Desember 2018, naik 5,78 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2019 mencapai US$167,53 miliar atau menurun 6,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$154,99 miliar atau menurun 4,82 persen.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2019 terhadap November 2019 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$422,7 juta (25,76 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$129,5 juta (18,46 persen).

Ekspor nonmigas Desember 2019 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,32 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,67 miliar, dan Jepang US$1,17 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,70 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,28 miliar.

Impor nonmigas Desember 2019 mencapai US$12,37 miliar atau turun 6,35 persen dibanding November 2019 dan jika dibandingkan Desember 2018 juga turun 7,28 persen.

Impor migas Desember 2019 mencapai US$2,13 miliar atau turun 0,06 persen dibanding November 2019, namun jika dibandingkan Desember 2018 naik 5,33 persen.

Penurunan impor nonmigas terbesar Desember 2019 dibanding November 2019 adalah golongan kendaraan dan bagiannya sebesar US$254,7 juta (36,77 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula sebesar US$89,1 juta (99,89 persen).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari−Desember 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$44,58 miliar (29,95 persen), Jepang US$15,59 miliar (10,47 persen), dan Thailand US$9,41 miliar (6,32 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$29.291,9 (19,68 persen), sementara dari Uni Eropa US$12.344,5 (8,29 persen). kbc9

Bagikan artikel ini: