Tahun lalu, 2,6 juta on garam impor masuk Indonesia

Kamis, 16 Januari 2020 | 09:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor garam ke Indonesia sepanjang 2019 sebanyak 2,6 juta ton. Angka ini setara dengan US$ 95,52 juta.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, impor garam ini naik sekitar 5,4% dibandingkan periode 2018 sebesar US$ 90,65 juta. 

Namun secara volume terjadi penurunan hingga 7,14% menjadi 2,6 juta ton dari sebelumnya 2,8 juta ton.

Data BPS menyebutkan, negara yang pemasok garam ke Indonesia terbesar adalah Australia yakni senilai US$ 72,87 juta. 

Kemudian diikuti India yang mengimpor garam sebanyak 719 ribu ton dengan nilai US$ 20,41 juta pada 2019. Angka ini naik dibandingkan periode 2018 sebesar US$ 5,6 juta.

Selanjutnya ada Selandia baru sebanyak 4 ribu ton dengan nilai US$ 1,64 juta. Selanjutnya Denmark 496,23 ton atau senilai US$ 190,25 ribu. Lalu Singapura sebanyak 229,35 ton dengan nilai US$ 121,34 ribu.

Impor garam dalam kurun waktu lima tahun terakhir naik signifikan. Total volume impor garam pada 2014 misalnya, hanya 2,268 juta ton lalu pada 2018 mencapai 2,839 juta ton.

Nilai impornya justru tak mengalami kenaikan, karena faktor perkembangan harga. Pada 2014 nilai impor garam mencapai US$104,346 juta, lalu pada 2018 sebesar US$90,615 juta. kbc10

Bagikan artikel ini: