Perbankan ramai-ramai perkuat segmen UMKM di 2020

Kamis, 16 Januari 2020 | 09:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri perbankan mulai menangkap peluang seiring prediksi bakal akan membaiknya perekonomian nasional di tahun ini. Salah satunya dengan memperkuat segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

PT Bank Mandiri Tbk misalnya yang komitmen tahun ini akan mulai injak gas di segmen UKM. Namun demikian, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyebut, pihaknya tetap bakal menjadikan segmen korporasi sebagai pilar utama.

Apalagi, dengan adanya Omnibus Law, Royke meyakini dengan kebijakan tersebut sektor korporasi bakal lebih bergairah. "Porsi kredit korporasi kami kan sudah 40%, jumlahnya mungkin turun tapi secara porsi masih sekitar itu," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Pada akhir tahun 2019 lalu Bank Mandiri menyebut pertumbuhan kredit ada di level 10%. Bank dengan kode saham BMRI memproyeksi di tahun ini pertumbuhan kredit masih akan di kisaran tersebut.

PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mengatakan tahun ini pihaknya tetap mengandalkan segmen konsumer dan ritel sebagai bisnis utama. Sekretaris Perusahaan Bank BJB Muhammad Asadi Budiman menuturkan, di 2020 porsi kredit Bank BJB akan dijaga di kisaran 65%-70% terhadap total kredit.

Namun, Budiman tak menampik bahwa akan ada pergeseran porsi kredit di tahun ini. "Porsinya bergeser, korporasi komersial dan UMKM akan naik dibandingkan tahun sebelumnya," kata Budiman.

Adapun di tahun ini, Bank BJB meramal kredit akan tumbuh di level 10%-11%.

Direktur Keuangan PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha menilai walau kredit ritel masih menjadi andalan, kredit produktif (modal kerja dan investasi) yang akan tumbuh lebih tinggi. "Kami targetkan kredit bisa tumbuh 14% tahun ini," singkatnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Hariyono Tjahjarijadi sepakat bahwa kredit korporasi akan tumbuh lebih lambat di tengah perlambatan ekonomi. Meski begitu, bank milik taipan ini akan tetap masuk ke seluruh segmen. "Target kredit kami masih single digit, sama seperti realisasi 2019 lalu," ungkapnya.

Sebagai informasi saja, data terbaru per November 2019 menunjukkan kredit tumbuh 7% yoy, membaik dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dominasi pertumbuhan kredit terjadi pada kredit investasi yang naik 13,7%.

Sementara kredit konsumsi hanya tumbuh 6,2% dan modal kerja 4%. Di sisi lain, kredit UMKM relatif stabil dengan pertumbuhan 9,2% yoy di bulan November 2019 lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: