Lemak dan minyak nabati kerek kenaikan ekspor Jatim 1,23 persen

Kamis, 16 Januari 2020 | 19:37 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jawa Timur kian membaik. Pada bulan Desember 2019 kemarin, ekspor Jatim naik sebesar 1,23 persen dibandingkan bulan November, yaitu dari US$ 1,70 miliar menjadi US$ 1,72 miliar. Sementara dibandingkan Desember 2018, nilai ekspor juga naik sebesar 12,64 persen. 

"Kenaikan nilai ekspor dibanding bulan lalu, disebabkan oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang meningkat walaupun sektor migas mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati yang mencapai tiga kali lipat lebih,  dari  US$ 53,81 juta di bulan November 2019 menjadi US$ 167,70 di bulan Desember," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Satriyo Wibowo di Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Apabila dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas naik sebesar 4,97 persen, yaitu dari US$ 1,58 miliar menjadi US$ 1,65 miliar. Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 96,22 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Desember 2018, nilai ekspor nonmigas juga mengalami kenaikan sebesar 11,30 persen.

"Hal sebaliknya terjadi pada komoditas migas yang turun sebesar 46,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari US$ 122,34 juta menjadi US$ 64,95 juta pada bulan Desember. Komoditas migas menyumbang 3,78 persen total ekspor Jawa Timur. Dibandingkan Desember 2018 nilai ekspor migas justru naik sebesar 62,34 persen," tambahnya.

Jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang, maka di bulan Desember 2019, golongan Perhiasan/Permata menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar US$ 179,85 juta. Nilai tersebut turun 16,73 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai US$ 215,99 juta. Perhiasan/ Permata berkontribusi sebesar 10,87 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai US$ 76,43  juta.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah Lemak dan Minyak Hewan/ Nabati  yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 167,70 juta, atau naik sebesar 47,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 10,14 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai US$ 79,08 juta.

Golongan barang peringkat ketiga adalah golongan Kayu, Barang dari Kayu dengan nilai ekspor sebesar US$ 115,72 juta atau turun sebesar 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 6,99 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Jepang senilai US$ 25,73 juta.

"Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Tiongkok adalah negara tujuan utama ekspor Jawa Timur bulan Desember 2019, disusul ke Jepang dan Amerika Serikat," terangnya. 

Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Tiongkok mencapai US$ 267,93 juta, sedangkan ekspor ke Jepang, dan Amerika Serikat berturut-turut sebesar US$239,51 juta dan US$232,17 juta.   

"Kawasan negara ASEAN masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan Desember 2019, dengan peranan sebesar 17,15 persen. Malaysia  menjadi negara utama dengan peranan 5,40 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Vietnam dengan peranan sebesar 5,22 persen," kata Satriyo. 

Ekspor nonmigas bulan ini ke kawasan ASEAN sebesar US$ 283,82 juta. Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 8,52 persen atau dengan nilai US$141,00 juta. Ekspor ke kawasan ini, dominan ke Belanda sebesar US$47,18 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar US$26,55 juta.

Bagikan artikel ini: