Pembatasan pembelian elpiji 3 kg dinilai matikan UMKM

Jum'at, 17 Januari 2020 | 10:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mempertanyakan rencana pemerintah yang membatasi penyaluran dan penyesuaian harga elpiji 3 kilogram (kg). Pasalnya, kebijakan itu dinilai akan merugikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Akumindo, Ikhsan Ingratubun mengatakan, banyak pelaku usaha kecil masih mengandalkan LPG 3 kg sebagai modal untuk mengembangkan bisnisnya. Oleh karenanya, rencana pembatasan LPG 3 kg ia sebut tidak mendukung keberlangsungan UMKM.

"Kebijakan ini sangat tidak berpihak kepada UMKM. Karena tabung 3 kg dipake selain UMKM yang begitu banyak, juga digunakan masyarakat kecil, yang kira-kira mengharapkan subsidi pemerintah," ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, pembatasan ini juga bertolak dengan wacana pemerintah untuk memaksimalkan potensi UMKM. Padahal, saat ini pemerintah tengah fokus merancang peraturan omnibus law tentang pemberdayaan UMKM.

Ikhsan pun meyakini bahwa dengan dibatasinya pembelian elpiji 3 kg, banyak UMKM yang terpaksa menaikkan biaya porduksi. Hal tersebut kemudian akan berimpilikasi kepada naiknya harga jual.

"Berarti dia bisa berdampak ke kerugian. Apalagi sekarang kondisi ekonomi sedang kurang baik dengan daya beli yang menurun," katanya.

Atas hal ini, pihaknya pemerintah untuk menunda kebijakan itu sampai tahun 2021. Ikhsan mengatakan, pemerintah perlu memberdayakan pelaku UMKM pada periode 2020-2021. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing UMKM baik di level nasional ataupun internasional.

"Saat ini hingga 2021 waktunya kita membangun masyarakat kecil, ekonomi rakyat. Jadi kebijakan affirmative harus muncul," ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, jumlah masyarakat mampu yang membeli elpiji 3 kg sangat sedikit. Mayoritas masyarakat mampu disebut sudah terbiasa membeli elpiji 12 kg.

"Masyarakat menegah sudah membeli yang 12 kg, daripada dia beli mondar-mandir beli. Kalau masyarakat menengah tidak lagi ingin direpotkan bolak-balik ke toko," tutur Ikhsan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Ikhsan meminta kepada pemerintah untuk tidak melakukan perubahan subsidi elpiji 3 kg sampai dengan tahun depan.

Sebagai informasi, Pemerintah berencana akan menyalurkan gas elpiji 3 kg dengan skema tertutup kepada masyarakat kurang mampu pada pertengahan tahun ini. Wacananya, tabung gas 3 kilogram hanya dapat dibeli sebanyak tiga kali dalam sebulan. Pemerintah juga berencana menyesuaikan harga jual elpiji 3 kg dengan harga pasar. kbc10

Bagikan artikel ini: