48 Ribu UKM didorong bisa naik kelas

Jum'at, 17 Januari 2020 | 12:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan sebesar 6% dari usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia bisa naik kelas. Kenaikan kelas ini bisa dari usaha kecil menjadi menengah dan dari usaha menengah menjadi besar.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini jumlah usaha kecil sebesar 700.000. Berarti 6% dari jumlah itu sebanyak 42.000 harus naik kelas. Sedangkan usaha menengah sampai saat ini sebanyak 60.000. Berarti 6% dari jumlah ini sebesar 6.000 harus naik kelas.

“Jadi target naik kelas lima tahun ke depan sebanyak 48.000 usaha kecil dan menengah,” kata dia, dalam keterangannya, Kamis (16/1/2020).

Adapun target 6% UKM naik kelas tersebut disesuaikan dengan target pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 kan targetnya 6%, makanya kita juga target 6%,” kata dia.

Ukuran naik kelas, kata Teten, adalah skala usahanya menjadi besar, modal usaha besar, dan bahan baku tidak impor serta hasil produknya ekspor.

Dalam usaha UKM naik kelas, pemerintah bekerja sama dengan Universitas Prasetya Mulya di BSD, Tangerang Selatan, dan sejumlah perguruan lainnya. Ketika ditanya soal usaha mikro, Teten mengatakan, biarkan usaha mikro berjalan seperti biasa, karena usaha mikro fondasi ekonomi nasional.

“Usaha mikro tak terlalu bermasalah,” kata Teten.

Sekadar diketahui, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Pemerintah memandang penting keberadaan para pelaku UMKM. Buktinya, UMKM bersama dengan Koperasi memiliki wadah secara khusus di bawah Kementerian Koperasi dan UKM.

Setidaknya, ada tiga peran UMKM yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat kecil. Pertama, sebagai sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan. Alasan utamanya adalah tingginya angka penyerapan tenaga kerja oleh UMKM. kbc10

Bagikan artikel ini: