Industri ritel diprediksi tumbuh 10% di 2020, ini pemicunya

Sabtu, 18 Januari 2020 | 12:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi kinerja industri ritel di Tanah Air pada tahun 2020 ini akan bertumbuh 10 persen.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan tren industri ritel di Indonesia. "Pertama kami lihat ada semangat pemerintah menjalankan kebijakan omnibus law," ujarnya, Jumat (17/1/2020).

Menurut Roy, melalui kebijakan tersebut dapat memudahkan para peritel dalam proses perizinan untuk meningkatnya asetnya. Selain itu, terkait omnibus law pihaknya juga berharap kelonggaran juga atas investasi padat karya sehingga memungkinkan banyak perusahaan masuk dengan membuka pabrik untuk menyerap tenaga kerja.

Kemudian, Aprindo melihat pemerintah juga menaruh perhatian pada tingkat konsumsi yang mana tahun ini inflasi tetap dijaga pada angka 3%-3,2%. Dia melanjutkan, walaupun secara angka ada perubahan yakni pada 2019 di 2,8%, hanya saja dengan tingkat inflasi di bawah 3% maka menandakan tingkat konsumsi masyarakat rendah.

Karenanya, pihaknya melihat hal tersebut turut dipertimbangkan oleh pemerintah dengan menjaga supaya barang subsidi tidak naik. Juga, Aprindo melihat dari meningkatnya dana desa dibandingkan tahun lalu Rp 70 triliun menjadi Rp 72 triliun di tahun ini.

"Selain itu, program keluarga harapan juga meningkat dari Rp 110.000 jadi Rp 140.000 per bulan sehingga itu mendorong kemampuan konsumsi masyarakat," tuturnya.

Dengan hal-hal tersebut, Roy optimistis tahun ini industri ritel masih bisa bertumbuh dibandingkan tahun lalu. Adapun sepanjang 2019 pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ritel di kisaran 7%-7,5% dan di tahun ini pihaknya yakin ritel mampu tumbuh mencapai 10%. kbc10

Bagikan artikel ini: