Rumor pengguna dikenai biaya langganan Rp14 ribu, Whatsapp masih fokus pengembangan fitur

Minggu, 19 Januari 2020 | 17:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Belakangan para pengguna aplikasi WhatsApp dihebohkan akan wacana beban biaya berlangganan US$1 atau Rp14 ribuan. Namun berita tersebut masih simpang siur. Terlebih belum ada pernyataan resmi juga dari pihak Facebook yang merupakan pemilik WhatsApp saat ini.

Memang Facebook kabarnya tengah berencana untuk memonetisasi WhatsApp untuk mendatangkan uang. Dilansir dari The Sun, Sabtu (18/1/2020) alih-alih memungut biaya berlangganan, WhatsApp kabarnya akan disusupi iklan pada status. Seperti iklan yang beredar pada Instagram Stories. Rencana ini sebelumnya dikabarkan akan diterapkan tahun ini untuk memonetisasi platform.

Namun yang terjadi, Facebook membatalkan rencana tersebut belum lama ini. Bahkan raksasa media sosial asal Amerika tersebut kabarnya telah membubarkan tim khusus yang bekerja mengintegrasikan iklan diplatform. Serta menghapus kode yang telah dikerjakan pada platform. 

Meskipun dibatalkan, bukan tidak mungkin WhatsApp tidak kebagian iklan dalam waktu mendatang. Tampaknya Facebook masih menimbang rencana tersebut.

Facebook mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya akan fokus pada pengembangan fitur yang memudahkan komunikasi pebisnis dan konsumen melalui WhatsApp Bussines. Selain itu, Facebook juga masih bekerja untuk WhatsApp Payment yang masih diuji coba. WhatsApp Payment juga kabarnya akan hadir di Indonesia.

Jadi, untuk saat ini rencana WhatsApp berbayar masih belum diketahui kebenarannya. Facebook belum memberikan keterangan resminya bagaimana cara untuk memonetisasi platform chat populernya tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: