Kecepatan internet masih jadi kendala pengembangan eSport di Indonesia

Senin, 20 Januari 2020 | 08:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong olahraga elektroik atau dikenal eSport di Tanah Air. Hanya saja salah satu yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah masih rendahnya kecepatan internet di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo melalui keterangan tertulis, Minggu (19/1/2020).

Bambang Soesatyo sendiri baru saja dinobatkan sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) eSport Indonesia periode 2020-2024 bersama Sandiaga Uno. Sedangkan Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan menjadi Ketua Umum.

Kehadiran PB eSport Indonesia bukan hanya akan semakin mengembangkan potensi eSport nasional, melainkan juga menggenjot potensi ekonomi yang dihasilkan dari eSport bagi masyarakat.

"Dalam salah satu kajian World Economic Forum 2018, memprediksi ledakan eSport dunia akan menjadi bisnis 1 miliar dolar dengan audience mencapai 300 juta penggemar. Prediksi tersebut sangat beralasan, lantaran di tahun 2018 saja, eSport dunia diprediksi mencatatkan perputaran uang mencapai US$905 juta. Begitupun di Indonesia, demam eSport sudah melanda lintas usia dan status sosial. Jika tak diwadahi, potensi pengembangannya tak akan bisa berkembang dengan baik," ujar Bamsoet, sapaan akrab Ketua MPR RI.

Dia menuturkan, siapa yang menyangka jika dari game, bisa menghasilkan pendapatan luar biasa. Salah satu pemain eSport terkemuka dunia, Kuro Takhasomi dari Jerman, berhasil mencatatkan penghasilan dari eSport mencapai US$3,5 juta.

Indonesia juga tak kalah, lima atlet esport Indonesia juga telah mencatatkan pendapatan yang fantastis. Seperti Hansel 'BnTeT' Ferdinand dengan pendapatan mencapai Rp 1,5 miliar, dan Kevin 'Xccurate' Susanto dengan pendapatan mencapai Rp 984 juta.

"PB eSport punya tugas yang banyak sekali untuk menumbuhkembangkan eSport. Karena itu, di dalamnya terdiri dari berbagai tokoh yang berkecimpung di berbagai sektor. Salah satu fokus ke depan adalah bagaimana meningkatkan kualitas jaringan internet nasional. Hal ini bukan hanya berguna bagi eSport, namun juga berbagai bidang lainnya," tuturnya.

Bamsoet menambahkan, dari hasil kajian Ookla, perusahaan global yang menguji dan menganalisis kecepatan internet di berbagai negara, kecepatan internet Indonesia di tahun 2019 lalu menempati peringkat ke-42 dari 46 negara yang di survei. Rata-rata kecepatan internet kabel Indonesia 15,5 Mbps, kalah jauh dibanding rata-rata kecepatan internet dunia sebesar 54,3 Mbps.

"Dengan Malaysia saja kita masih kalah karena sudah mencapai 63,5 Mbps. Kecepatan internet, selain dibutuhkan esport juga dibutuhkan oleh para pengusaha online, pelajar, maupun berbagai kalangan lainnya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: