Pemerintah ingin jaringan 5G bisa mengudara sebelum ibu kota pindah

Senin, 20 Januari 2020 | 10:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berambisi agar adopsi jaringan 5G di Indonesia bisa diimplementasikan sebelum ibu kota pindah ke Kalimantan Timur pada 2024.

"Saya kira sudah siap karena ada uji coba. Berarti 5G sudah harus bisa diimplementasikan paling lambat (ketika) ibu kota negara (pindah)," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate baru-baru ini.

Namun begitu, pemerintah mengharapkan sebelum digunakan secara komersial, termasuk di ibu kota baru, 5G juga bisa digunakan di sektor industri manufaktur.

Operator seluler di Indonesia hingga saat ini sudah beberapa kali mengadakan uji coba jaringan 5G, baik untuk sektor industri maupun kendaraan swakemudi. Pemerintah dalam rangka menyiapkan 5G juga sedang menggodok regulasi maupun frekuensi yang akan digunakan teknologi tersebut, baik dari low band, middle band, maupun high band.

Sementara dari segi teknologi, Menteri Johnny menyatakan saat ini belum memutuskan akan menggunakan teknologi apa karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dari 5G, termasuk diantaranya manfaat ekonomis.

"Yang kita dorong sekarang ekosistemnya, siap atau tidak," kata Johnny.

Mengenai ibu kota baru, Johnny menyatakan 5G perlu dapat digunakan untuk mendukung pemerintahan digital maupun bisnis secara digital.

Pemerintah sendiri menargetkan ibu kota baru selesai pada 2024. kbc10

Bagikan artikel ini: