PNS bakal diberi opsi, pidah ke ibu kota baru atau pensiun dini

Selasa, 21 Januari 2020 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian PAN-RB bakal memberikan pilihan kepada aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di kementerian/lembaga, untuk ikut pindah ke ibu kota negara (IKN) yang baru dan diberi rumah dinas selama mengabdi di sana atau mengambill opsi pensiun dini.

Dari data Kementerian PAN-RB diketahui jumlah PNS pusat yang berpeluang pindah ke ibu kota baru di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).sekitar 118.000 orang.

"Memang ditanya dulu, kan nggak mungkin dia ngantor di Jakarta, orang semuanya pindah. Kalau tidak mau kan bisa program pensiun dipercepat," kata Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, pemindahan ASN akan dilakukan secara serentak pada tahun 2024. Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Ditambahkan Tjahjo, setiap ASN yang pindah ke IKN akan diberikan rumah dinas. Fasilitas pendidikan juga disiapkan di ibu kota baru.

"Kita siapkan sekolah, rumah, sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi kita siapkan, ada semua," katanya.

Tjahjo Kumolo mengatakan PNS yang akan pindah ke ibu kota baru yang tidak mendekati usia pensiun. "Saat ini 118.000 yang usianya 45 tahun sampai 2023. Nanti dicek dulu," katanya.

Meski pemindahan seluruh ASN pusat ke ibu kota baru terlaksana 2024, Tjahjo mengaku pihaknya sudah menyediakan roadmap pemindahan. Nantinya yang diprioritaskan adalah abdi negara yang dalam waktu dekat tidak masuk usia pensiun.

Dia pun mengaku akan memberikan tawaran kepada setiap ASN mau atau tidak untuk pindah ke ibu kota baru. Tawaran tersebut agar pemerintah bisa menyiapkan skema yang bisa mengakomodir.

Pasalnya, menurut Tjahjo, pada tahun 2024 seluruh pemerintah pusat sudah pindah ke ibu kota negara, sehingga kantor-kantor yang berada di DKI Jakarta pun sudah tidak memberikan pelayanan.

"Secara prinsip PNS ditugaskan ya harus siap, tapi kan ada pertimbangannya ada istrinya kerja atau apa atau apa," jelasnya.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemindahan ASN akan dilakukan secara serentak pada tahun 2024. 

Sebelumnya, Jokowi bilang, seluruh PNS pusat akan pindah ke Kaltim karena empat tahun ke depan pembangunan kluster pemerintah sudah selesai. "Pindah semuanya langsung," kata Jokowi.

Dirinya pun sudah memerintahkan kepada Kementerian PAN-RB untuk mendata seluruh PNS yang saat ini berada di DKI Jakarta.

"Itu sudah kita perintahkan kepada Menpan untuk menyurvei dulu kira-kira yang ingin nggak pindah berapa persen. Kita harus tahu dong," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: